Breaking News:

Berita Pekalongan

Lindungi Kawasan Pesisir, Delapan Kelurahan Terdampak Banjir Rob Disasar Program Adaptation Fund

Sebanyak 8 kelurahan di Kota Pekalongan, Jawa Tengah yang terdampak perubahan iklim banjir dan rob akan disasar program Adaptation Fund (AF).

Penulis: Indra Dwi Purnomo | Editor: moh anhar
Dokumentasi Kominfo Kota Pekalongan
Wali Kota Pekalongan Achmad Afzan Arslan Djunaid saat memberikan sambutan di kick off meating program adaptation fund Pekalongan tingkat kelurahan di Hotel Dafam. 

TRIBUNJATENG.COM, PEKALONGAN - Sebanyak 8 kelurahan di Kota Pekalongan, Jawa Tengah yang terdampak perubahan iklim banjir dan rob akan disasar program Adaptation Fund (AF) yang dijalankan oleh Lembaga Kemitraan Jakarta.

Kedelapan kelurahan itu yakni Kelurahan Panjang Baru ,Panjang Wetan, Kandang Panjang, Bandengan, Krapyak, Padukuhan Kraton, dan Degayu di Kecamatan Pekalongan Utara, dan Kelurahan Pasirkratonkramat, Kecamatan Pekalongan Barat.

Adaptation Fund merupakan, sebuah program dukungan pembiayaan proyek dan program yang membantu masyarakat rentan di negara berkembang untuk beradaptasi dengan perubahan iklim yang didirikan berdasarkan protokol kyoto dari konvensi kerangka kerja PBB tentang perubahan iklim (UNFCCC).

Saat ini, Kota Pekalongan sebagai salah satu kota di Indonesia yang terdampak perubahan iklim menjadi daerah yang mendapatkan perhatian dari Lembaga Kemitraan (Patnership for Governance Reform) untuk mendapat bantuan penanganan banjir rob sebesar Rp 86 miliar melalui program Adaptation Fund (AF).

Wali Kota Pekalongan Achmad Afzan Arslan Djunaid mengapresiasi adanya program ini.

Menurutnya, program ini telah membantu Kota Pekalongan dalam menangani kerusakan lingkungan yang disebabkan karena perubahan iklim.

"Mudah-mudahan kegiatan ini menjadikan pencerahan, penyemangat dan ilmu baru para perangkat kelurahan yang disasar program ini."

"Mengingat, dalam kegiatan ini juga melibatkan LPM, BKM, RT/RW, dan tokoh masyarakat yang hadir mendukung dimulainya program Adaptation Fund di Kota Pekalongan," kata Wali Kota Pekalongan Achmad Afzan Arslan Djunaid saat rilis yang diterima Tribunjateng.com, Minggu (12/12/2021).

Menurut Aaf, panggilan akrab Wali Kota Pekalongan, untuk mendukung suksesnya program AF ini, diharapkan peran serta dari masyarakat untuk bersama-sama mengawasi, menjaga, serta merawat lingkungan sekitar dalam meminimalisir dampak perubahan iklim yang terjadi.

Pasalnya tidak dipungkiri, Kota Pekalongan masih rawan terjadi bencana banjir, baik yang disebabkan adanya rob maupun air hujan.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved