Breaking News:

Berita Solo

Narapidana di Rutan Solo 'Ngamen' dan Gelar Bazar Galang Donasi untuk Korban Erupsi Semeru

Para warga binaan Rutan Klas I Solo ngamen di depan gedung rutan untuk galang donasi.

Penulis: Muhammad Sholekan | Editor: sujarwo
Tribun Jateng/Muhammad Sholekan
Bazar produk karya narapidana di Rutan Klas I Solo yang digelar dalam rangka donasi untuk warga Lumajang korban erupsi Gunung Semeru, Sabtu (11/12/2021). 

TRIBUNJATENG.COM, SOLO - Para warga binaan Rutan Klas I Solo 'ngamen' di depan gedung rutan untuk galang donasi korban erupsi Gunung Semeru, Sabtu (11/12/2021).

Selain ngamen, mereka juga meng

Bazar produk karya narapidana di Rutan Klas I Solo yang digelar dalam rangka donasi untuk warga Lumajang korban erupsi Gunung Semeru, Sabtu (11/12/2021).
Bazar produk karya narapidana di Rutan Klas I Solo yang digelar dalam rangka donasi untuk warga Lumajang korban erupsi Gunung Semeru, Sabtu (11/12/2021). (Tribun Jateng/Muhammad Sholekan)

gelar bazar hasil karya mereka berupa kaus yang sudah disablon, kue, makanan ringan, dan suvenir berbentuk kapal.

Sekira pukul 15.00 WIB, mereka terlihat mengeluarkan alat musik yang ditata rapi. Setelah persiapan, mereka langsung memainkan beragam alat musik.

Bahkan, tak sedikit warga sekitar yang biasa nongkrong di depan rutan langsung menaruh uang ke dalam toples yang sudah disediakan.

Tak hanya menyuguhkan pertunjukan musik, berbagai jenis kerajinan hasil karya warga binaan juga dijual kepada masyarakat. 

Nantinya hasil penjualan dan donasi dari masyarakat ini akan dibelikan sejumlah barang kemudian disalurkan kepada warga Lumajang melalui BPBD Kota Solo.

Salah satu warga binaan, Daniel Martin, mengatakan aksi ini tergugah setelah pihaknya melihat pemberitaan ada tragedi yang menimpa warga Lumajang, hati para warga binaan tergerak.

"Sempat bingung juga, kami disini tidak punya penghasilan, terus gimana kamu menyumbang. Terus ngobrol sama temen-temen kamar tercetuslah ide ngamen sama pameran karya kami ini," ucapnya.

Ide itu lantas diutarakan kepada petugas rutan. Keinginan para narapdina ini disetujui hingga sejak dua hari (Jumat-Sabtu) tiap sore para napi ini ngamen.

"Jadi walaupun kita berada di dalam, kami tetap punya rasa kemanusiaan," ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Rutan Klas I Solo, Urip Dharma Yoga membenarkan kalau aksi ini murni ide dari para warga binaanya. 

"Karena menurut kami positif kita setujui. Kita juga menerjunkam personil untuk melakukan pengawasan, mengingat kegiatan berada di luar," ungkapnya.

Untuk uang yang terkumpul nantinya, lanjut Urip, bakal dibelikan barang keperluan para korban yang berada di pengungsian.

"Dari hasil koordinasi dengan BPBD, untuk kebutuhan sembako sudah membludak, yang kurang itu tiker, pakaian, selimut, pembalut wanita, serta peralatan mandi," tandasnya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved