Breaking News:

Pasar

Woro-woro! Pasar Budaya Sangir Tidak Akan Buka Setiap Minggu

Adanya Pasar Budaya Sangir, di Punden Tingkir Sangiran, Desa Krikilan, Kecamatan Kalijambe, Sragen menjadi daya tarik tersendiri.

Tribun Jateng/ Mahfira Putri Maulani
Pengunjung ketika akan membeli makanan di Pasar Sangir, di Desa Krikilan, Kecamatan Kalijambe, Sragen, Minggu (12/12/2021). 

TRIBUNJATENG.COM, SRAGEN – Adanya Pasar Budaya Sangir, di Punden Tingkir Sangiran, Desa Krikilan, Kecamatan Kalijambe, Sragen menjadi daya tarik tersendiri.


Sejumlah wisatawan jauh-jauh berkunjung hanya untuk menikmati pasar yang menjual aneka makanan dan produk khas Sangiran tersebut.


Namun karena buka setiap hari Minggu, pelaksanaannya dirasa Sekretaris Desa Krikilan, Aries Rustioko kurang maksimal.


Aries mengaku di hari Minggu pasti ada sejumlah kegiatan masyarakat lain seperti hajatan dan kumpul kegiatan sosial masyarakat lainnya.


"Karena terselenggara setiap Minggu saya rasa kurang maksimal. Karena kalau Minggu banyak kegiatan masyarakat, kadang pedagang tidak berjualan," kata Aries ketika berbincang dengan Tribunjateng.com, Minggu (12/12/2021).


Aries mengaku akan mengevaluasi Pasar Budaya Sangir. Dirinya mengatakan, dimungkinkan pasar tidak akan buka setiap Minggu namun di hari tertentu.


Dua Pedagang


Aries mengaku awalnya Pasar Budaya Sangir tersebut hanya ada dua Pedagang saja, dimana mereka hanya menjual gendar pecel dan es dawet.


Namun seiringnya waktu, pedagang semakin bertambah hingga saat ini mencapai 30- an pedagang yang beras dari desa Krikilan, Kalijambe.


"Dulu kami hanya ujicoba, dus pedagang saja, satu jualan es dawet dan gendar pecel, tapi lama kelamaan semakin banyak. Padahal konsep awal Pasar Sangir ialah "sarapan neng Punden Tingkir"," terang Aries.


Pasar Sangir sendiri dikatakan Aries bukan berdiri di atas tanah milik pemerintah desa melainkan tanah milik warga. Desa hanya memiliki Punden Tingkir saja dan wilayah panggung milik PSDA.


Untuk pengelolaan pasar, saat ini dikelola oleh pemuda desa. Setiap buka para pedagang membayar restrubusi Rp 5 ribu, Rp 2 ribu untuk sewa lahan dan Rp 3 ribu untuk kebersihan.


Pasar Sangir sendiri menjual berbagai makanan dan produk khas Sangiran. Alat untuk transaksi jual-beli sendiri bukanlah uang, melainkan batu bentuk koin. Satu koin dihargai Rp 3 ribu. (uti)

 

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved