Breaking News:

Berita Pekalongan

Inggit: SKB Jadi Solusi Atas Banyaknya Anak-anak Putus Sekolah

Bunda PAUD sebut SKB diharapkan dapat jadi solusi atas banyaknya anak putus sekolah.

Penulis: Indra Dwi Purnomo | Editor: sujarwo
Tribun Jateng/Indra Dwi Purnomo
Bunda PAUD Kota Pekalongan Inggit Soraya saat memberikan sambutan di FGD di aula Kantor PKK Pekalongan. 

TRIBUNJATENG.COM, PEKALONGAN - Berdasarkan Permendikbud Nomor 32 Tahun 2018 tentang standar teknis pelayanan minimal pendidikan, disampaikan bahwa pendidikan kesetaraan pendidikan anak di usia dini merupakan layanan dasar yang harus diberikan oleh pemerintah daerah.

Melihat banyaknya anak putus sekolah, mendorong Pemerintah Kota Pekalongan untuk dapat memperkecil angka tersebut dengan memasukkan anak putus sekolah ke PKBM (Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat) yang ada, namun ternyata belum sesuai yang diharapkan sehingga Kota Pekalongan bermaksud mendirikan Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) di Kota Pekalongan.

Menanggapi hal tersebut, Dindik menggelar Focus Group Discussion (FGD) dengan menghadirkan narasumber dari pengelola SKB Kota Purwokerto di aula Kantor PKK Pekalongan, Selasa (14/12/2021).

Bunda PAUD Kota Pekalongan Inggit Soraya mengatakan, bahwa dengan hadirnya SKB diharapkan dapat menjadi solusi atas banyaknya anak-anak putus sekolah dan dapat meningkatkan indeks pembangunan masyarakat.

Bunda PAUD Kota Pekalongan Inggit Soraya saat memberikan sambutan di FGD di aula Kantor PKK Pekalongan.
Bunda PAUD Kota Pekalongan Inggit Soraya saat memberikan sambutan di FGD di aula Kantor PKK Pekalongan. (Tribun Jateng/Indra Dwi Purnomo)

"FGD untuk perencanaan SKB di Kota Pekalongan, kami dan Dindik Kota Pekalongan sudah mengadakan kaji terap SKB di Bandung. Sehingga, memberikan saya inspirasi agar dapat terleasisasi juga di Kota Pekalongan," katanya.

Inggit menginginkan SKB di Kota Pekalongan nantinya dapat memberikan layanan PAUD, sekolah untuk kesetaraan, dan pelatihan ketrampilan.

Selain memberikan pendidikan formal, diharapkan SKB Pekalongan juga memberikan pelatihan ketrampilan tidak hanya untuk anak-anak dengan usia produktif, tetapi juga untuk ibu-ibu yang sedang mendampingi anaknya sekolah itu bisa diberi pelatihan ketrampilan.

"Jadi, bisa untuk menambah kesejahteraan keluarga dan menambah skill untuk ibu-ibu, seperti yang dilakukan di SKB Bandung," imbuhnya.

Lebih lanjut, Inggit menjelaskan tindak lanjut setelah diadakan FGD ini, yaitu melakukan survei tempat untuk lokasi SKB Kota Pekalongan sesuai dengan prasyarat dalam rangka membuat SKB.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Pekalongan Zainul Hakim menyampaikan, bahwa wali kota Pekalongan sudah menyetujui pendirian SKB di Kota Pekalongan.

"Alhamdulillah Walikota Pekalongan telah memberikan komitmen, menyetujui agar di Kota Pekalongan ini segara didirikan SKB, kemudian FGD hari ini saya harap menjadi penguat untuk kita setalah satu tahun kemarin kita sudah membuat penjadwalan untuk dimulainya pengelolaan SKB ini," katanya n

Zainul berharap, SKB di Kota Pekalongan dapat memberikan layanan pendidikan nonformal khususnya untuk anak-anak yang masih dalam usia sekolah, namun terhalang masalah ekonomi maupun terhalang kondisi sosial atau lingkungan dimana mereka tinggal.

"Pemerintah ini perlu hadir untuk mengelola sebuah kegiatan pendidikan nonformal, formasi-formasi, dan formulanya, mungkin nanti kedepannya sudah ada tempat untuk menampung para peserta didik yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan mendapatkan layanan atau asupan pendidikan. Jadi, kita siapkan dari sistem pendidikan nonformal," katanya.

Disampaikan Zainul, untuk target terbentuknya SKB di Kota Pekalongan yaitu tahun 2022.

Sehingga untuk saat ini, pihaknya masih mencari bentuk yang ideal dan sesuai dengan kearifan lokal Kota Pekalongan agar dapat mewujudkan SKB yang berkualitas baik. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved