Gunung Semeru

Polwan Polda Jateng Dapat Misi Kemanusiaan Ajak Main Anak-anak Gunung Semeru

Satgas peduli bencana Polda Jateng berikan terapi trauma healing terhadap korban bencana erupsi Gunung Semeru.

TRIBUNJATENG.COM, LUMAJANG - Satgas peduli bencana Polda Jateng berikan terapi trauma healing terhadap korban bencana erupsi Gunung Semeru.

Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Pol M Iqbal Alqudusy menuturkan saat ini Satgas peduli bencana mengadakan  trauma healing terhadap korban bencana erupsi gunung erupsi.

Tim satgas membuka fasilitas kesehatan terhadap masyarakat di Lumajang.

"Termasuk juga tim Disaster Victim Investigation (DVI) Polda Jateng bekerjasama dengan DVI Polda Jatim melakukan identifikasi termasuk korban erupsi gunung Semeru," tuturnya, Selasa (14/12/2021).

Menurut Iqbal, keterangan ketua Satgas bencana Polda Jateng Kombes Pol Sumy Hastry Purwanti mengatakan tim DVI berhasil mengidentifikasi 36 korban bencana erupsi Semeru dan 10 korban sedang dalam tahap identifikasi.

"Sementara tidak ada kendala dalam identifikasi. Sekarang sedang menunggu tes DNA," ujarnya.

Ia menuturkan Polda Jateng siap jika diminta untuk ditempatkan di lokasi bencana yang membutuhkan kehadiran Polri. Polda juga menyatakan kesiapan untuk mengirimkan anggotanya untuk melakukan kegiatan kemanusiaan.

Sementara itu, keberangkatan tim polwan Polda dalam rangka trauma healing korban bencana Semeru mendapat apresiasi dari pakar psikologi, Indra Dwi Purnomo. 

Menurutnya langkah yang dilakukan Polda Jateng itu membanggakan dan sangat tepat dilakukan pada saat ini.

"Pemulihan trauma secara cepat bisa menghindarkan mereka agar terkena gangguan stress pasca trauma. Pertolongan pertama psikologis ini dilakukan untuk menstabilkan kondisi psikologis warga terdampak bencana khususnya wanita dan anak-anak," jelasnya.

Dikatakannya, keberadaan para polwan sebagai konselor pemulihan trauma amat tepat. 

Sebab karakter wanita  cenderung komunikatif dan mudah mudah berempati pada korban terutama anak-anak. 

Keberadaan polwan yang simpatik dan terbuka sangat membantu pemulihan kepercayaan diri dan mencairkan suasana, pada pria maupun wanita.

"Anak-anak juga harus segera beraktivitas, entah itu bermain atau diberikan pelajaran. Itu amat membantu pemulihan Psikologisnya," tuturnya.

Ia menyarankan tim berada disana dalam waktu minimal sebulan, karena itu masa paling singkat untuk pemulihan trauma. 

Oleh sebab itu pemulihan harus dihindari suara gaduh seperti suara sirine dan sebagainya.

"Kami harap nantinya ada warga lokal yang dikader untuk menjadi pelaksana trauma healing disana," tandasnya.

(*)

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved