Breaking News:

Berita Kebumen

Jual Satu Strip Trihexphenidil Untung Rp 35 Ribu, Residivis di Kebumen Kembali Masuk Bui

Seorang residivis kembali diamankan Polres Kebumen karena kasus UU Kesehatan. 

Penulis: khoirul muzaki | Editor: sujarwo
Ist/Humas Polres Kebumen
Konferensi pers ungkap kasus peredaran obat terlarang oleh Polres Kebumen, Rabu (15/12/2021). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, KEBUMEN - Seorang residivis kembali diamankan Polres Kebumen karena kasus Undang-undang Kesehatan. 

Tersangka YS (24) warga Desa Pekuncen, Kecamatan Sempor, Kebumen, kembali tersangkut kasus pidana karena diduga mengedarkan obat Trihexphenidil (THP) secara ilegal. 

Dijelaskan Kapolres Kebumen AKBP Piter Yanottama melalui Wakapolres Kompol Edi Wibowo, tersangka diamankan berikut barang bukti 319 butir obat Trihexphenidil.

Penangkapan tersangka dilakukan pada hari Senin (08/11) sekitar pukul 12.00 WIB, di rumahnya, berdasarkan informasi masyarakat.

Tersangka YS dijerat dengan Pasal 196 Jo. Pasal 98 Ayat (2), (3) UU RI Nomor 36 tahun 2009 tentang Kesehatan, dengan ancaman kurungan paling lama 10 tahun, denda paling banyak satu miliar rupiah. 

"Tersangka adalah residivis," jelas Kompol Edi Wibowo dalam keterangan persnya, Rabu (15/12).

Pengakuan tersangka, obat tersebut diperoleh dari teman lamanya di daerah Pulo Gadung Jakarta timur.

Untuk setiap satu strip atau 10 butir obat Trihexphenidil yang dibeli dengan harga Rp 15 ribu, tersangka mendapatkan keuntungan Rp 35 ribu jika dijual Rp 50 ribu. 

Trihexyphenidyl termasuk dalam jenis psikotropika yang membahayakan tubuh jika sembarangan dikonsumsi tanpa resep dokter.

Efek awal saat dikonsumsi yang terasa adalah kehilangan produktivitas.

Tak sampai di situ, obat anti depresan ini memiliki efek jangka panjang jika terus menerus dikonsumsi sembarangan di antaranya gangguan pada liver, dan gangguan pada otak.

Normalnya, obat ini digunakan pada pasien gangguan kejiwaan.

Selain mengedarkan, tersangka ternyta kerap mengkonsumsi berlebihan, sehari bisa menghabiskan satu strip Trihexphenidil. 

Dalam catatan Polres Kebumen, tersangka pernah masuk bui karena kasus yang sama Undang-undang Kesehatan pada bulan Januari tahun 2019 dan bulan April tahun 2020. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved