Senin, 20 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

OPINI

OPINI : Tingkatkan Produktivitas Kerja dengan Self-Healing

KARYAWAN atau pegawai memiliki tekanan serta beban kerja demi mencapai target yang ditentukan. Sehingga sebagian karyawan mengalami kondisi mental

via kompas.com
Ilustrasi depresi 

Oleh Kharisma Kawengian

Magister Profesi Psikologi Unika

KARYAWAN atau pegawai memiliki tekanan serta beban kerja demi mencapai target yang ditentukan. Sehingga sebagian karyawan mengalami kondisi mental yang baik-baik saja.

Tetapi bila tidak bisa menyikapi beban kerja dengan baik, lambat laun hal itu memicu mental tidak sehat seperti stres dan depresi.

Dalam kondisi stres atau depresi, karyawan tidak bisa bekerja secara masksimal, dan tentu hal ini akan membuat produktivitas menurun. Padahal dalam bekerja, karyawan dituntut untuk selalu produktif agar pekerjaan bisa cepat selesai dan melanjutkan tugas-tugas lainnya.

Gejala stres

Beberapa gejala stres (stress) tidak disadari oleh para karyawan. Dalam buku Stres Kerja oleh Robbins & Coulter (2010), gejala stres meliputi fisik, perilaku, dan psikologis.

Karyawan yang stres atas pekerjaan akan berpengaruh terhadap fisiknya yaitu timbulnya perubahan dalam metabolisme, bertambahnya detak jantung dan napas, naiknya tekanan darah, sakit kepala, dan potensi serangan jantung.

Selanjutnya berpengaruh pada perilaku karyawan dengan menurunnya produktivitas kerja, ketidakhadiran di tempat kerja (sering izin), perubahan pola makan, peningkatan konsumsi alkohol atau rokok, berbicara cepat, gelisah, dan gangguan tidur.

Selain berpengaruh pada fisik dan perilaku, yang paling utama adalah berpengaruh pada psikologis karyawan membuat lebih menurunnya produktivitas kerja.

Gejala psikologis tersebut meliputi ketidakpuasan kerja, tekanan, kecemasan, lekas marah, kebosanan, dan penundaan. Stres yang berkepanjangan akan berujung pada depresi.

Perasaan positif

Lantas apa yang harus dilakukan karyawan untuk menjaga kondisi mental agar tetap sehat sehingga kinerja dan produktivitas meningkat?

Satu di antaranya bisa diatasi dengan self-healing.
Self-healing sebutan yang sudah tidak asing lagi pada banyak orang. Saat ini sebutan tersebut sedang popular dan ramai di media sosial, yang menunjukkan bahwa seseorang sedang menyembuhkan diri dengan upaya mereka sendiri dengan melakukan hal-hal yang membawa perasaan positif.

Dilansir dari buku Self-Healing Is Knowing Your Own Self, Self-healing merupakan metode penyembuhan bukan dengan obat.

Melainkan dengan menyembuhkan dan mengeluarkan perasaan dan emosi yang terpendam di dalam tubuh, yaitu berupa emosi-emosi negatif yang menimbulkan stres serta depresi.

Dari salah satu jurnal menulis bahwa salah satu upaya untuk menurunkan tingkat stres dapat dilakukan dengan self-healing. Selanjutnya sebuah penelitian menyebutkan bahwa setiap orang mampu menyembuhkan diri sendiri dengan prosentase keberhasilan mencapai 18-75 persen.

Seroang Psikolog Diana Rahmasari, penulis buku Self-Healing Is Knowing Your Own Self, dalam bukunya menyebutkan bahwa kondisi psikologis yang buruk akan mempengaruhi segala aspek baik kognitif, perilaku, sampai keadaan fisiologis individu. Individu perlu sekali menyelesaikan dirinya sendiri untuk penyeimbangan pada kondisi psikologisnya yaitu dengan self-healing.

Nah sehingga dipastikan bahwa setiap karyawan bisa self-healing, cara ampuh untuk menghasilkan kondisi mental yang baik. Kondisi mental yang baik dapat meningkatkan mood yang baik ketika bekerja.

Beberapa metode self-healing sebagai strategi untuk meningkatkan produktivitas pekerjaan, dilansir dari buku Self-Healing Is Knowing Your Own Self:

Lakukan Me time

Me time salah satu cara ampuh dalam self-healing. Me time atau meluangkan waktu pada diri sendiri sangat berguna untuk seseorang dalam menyembuhkan suatu pikiran dan emosi-emosi negatif yang ia rasakan.

Meluangkan waktu pada diri sendiri, memberi waktu pada seseorang untuk bebas dan melakukan hal-hal yang ia sukai, seperti melakukan hobi-hobi yang belum terealisasikan karena aktivitas padat. Cobalah untuk melakukan me time seminggu sekali.

Possitive Self-Talk

Possitive Self-talk atau pembicaraan internal yang positif pada diri seseorang mengenai kehidupan di dunia dan kehidupan diri sendiri adalah cara ampuh dalam proses self-healing. Manfaat possitive self talk dapat membantu seseorang dalam memotivasi kinerja.

Hal ini diungkapkan oleh Chroni (2007) yang menyebutkan bahwa self-talk adalah dialog eksternal ataupun internal yang diterapkan untuk memberikan instruksi dan penguatan pada kinerja seseorang selama melakukan pekerjaan.

Melakukan positif dialog dengan diri sendiri dapat mengubah suasana hati yang positif ketika dalam keadaan lelah. Cobalah untuk melakukan dialog dengan kalimat dan kata-kata yang positif untuk meningkatkan motivasi dalam diri.

Mindfullness

Mindfulless merupakan kemampuan seseorang yang secara sadar sepenuhnya pada suatu pengalaman dibawa dengan cara yang lembut, tanpa penghakiman, dan penuh dengan penerimaan.

Mindfulness dapat membantu seseorang untuk menurunkan stres dan meningkatkan konsep diri yaitu dengan lebih mengenal diri serta potensi yang dimiliki. Mindfullness bisa dilakukan dengan berbagai cara, salah satunya dengan mencari tempat yang sekiranya tenang, kemudian memejamkan mata.

Relaksasi

Relaksasi untuk self-healing. Menurut Suyono, Triyono, & Handarini (2016) relaksasi merupakan bentuk terapi dengan cara memberikan instruksi kepada seseorang untuk menutup mata dan berkonsentrasi pada pernafasan sehingga dapat tercipta keadaan yang nyaman dan tenang, serta memberikan instruksi gerakan mulai dari kepala sampai kaki secara sistematis.

Relaksasi banyak digunakan dalam kegiatan yang membutuhkan pemfokusan dan tubuh dengan kondisi rileks. Manfaat yang diberikan dengan melakukan relaksasi adalah menciptakan suasana perasaan yang tenang dan nyaman. Cobalah untuk melakukan ini setiap hari, ketika pulang dari bekerja.

Expressive writing

Expressive writing ialah metode Self-healing dengan menulis. Menulislah dengan bebas tanpa memperhatikan tata bahasa.

Dengan menulis dapat mengekspresikan serta mencurahkan perasaan kita ke dalam tulisan, baik itu perasaaan negatif maupun positif. Semua perasaan yang mengganggu curahkanlah semua ke dalam tulisan. Cobalah untuk menerapkan metode ini dalam kehidupan. (*)

Baca juga: Rumah Dijual dan Tanah Murah di Semarang Rabu 15 Desember 2021

Baca juga: Aplikasi Penghasil Uang Adobe Stock, Cocok Untuk Design Grafis Cari Duit Tambahan

Baca juga: Hotline Semarang : Pak, Apakah Pelapor Penyalahgunaan Narkoba Dilindungi UU?

Baca juga: Sudah Ground Breaking Agustus 2020, Kelanjutan Proyek Jateng Valley Kini Dipertanyakan Warga

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved