Breaking News:

Berita Kabupaten Tegal

Vaksinasi Covid-19 Anak Usia 6-11 Tahun Belum Terlaksana di Kab.Tegal, Fokus Target 70 Persen Dulu

Pengawasan baik di sekolah, di rumah, atau dimanapun wajib dilakukan, tujuannya supaya anak dan orang-orang di sekitarnya aman dari Covid-19

Penulis: Desta Leila Kartika | Editor: muslimah
TribunJateng.com/Desta Leila Kartika
Juru bicara penanganan Covid-19 Kabupaten Tegal Sarmanah Adi Muraeny, saat ditemui Tribunjateng.com belum lama ini 

TRIBUNJATENG.COM, SLAWI - Beberapa wilayah sudah mulai melaksanakan vaksinasi Covid-19 untuk anak usia 6 sampai 11 tahun sejak Selasa (14/12/2021) lalu, namun hal tersebut belum terealisasi di Kabupaten Tegal karena sekarang ini masih fokus menyelesaikan target vaksin dosis satu maupun lansia.

Juru bicara penanganan Covid-19 Kabupaten Tegal Sarmanah Adi Muraeny menjelaskan, Pemkab Tegal menyasar 1,2 juta jiwa penduduk untuk mencapai 70 persen di akhir 2021 secara keseluruhan dalam mewujudkan kekebalan komunal.

Adapun sampai saat ini, capaian vaksinasi Covid-19 dosis satu di Kabupaten Tegal sesuai data yang ter-update di KPC-PEN sebanyak 58,76 persen dan untuk lansia 51 persen.

Sehingga saat ini, Pemkab Tegal fokus menggencarkan serbuan vaksinasi supaya target bisa segera tercapai, kemudian baru masuk ke tahap pelaksanaan vaksinasi untuk anak usia 6-11 tahun.

"Prinsip kami menunggu dosis satu sudah mencapai 70 persen terlebih dahulu. Jika sudah, baru menyasar anak-anak usia 12 tahun kebawah. Sehingga untuk sekarang ini di wilayah Kabupaten Tegal belum melaksanakan vaksin Covid-19 yang menyasar anak usia 6-11 tahun," jelas Sarmanah, pada Tribunjateng.com belum lama ini.

Sedangkan untuk jumlah stok vaksin Covid-19 menurut Sarmanah terpantau aman yaitu 175.127 dosis terdiri dari berbagai jenis vaksin Covid-19.

Tak lupa, Sarmanah mengingatkan khususnya pada anak-anak bahwa protokol kesehatan (prokes) tetap penting meskipun sudah divaksin.

Pengawasan baik di sekolah, di rumah, atau dimanapun wajib dilakukan, tujuannya supaya anak dan orang-orang di sekitarnya aman dari Covid-19.

Karena bagi Sarmanah dua hal yang paling utama yaitu taat prokes dan melaksanakan vaksin Covid-19.

"Sejauh kami melakukan tracing, tidak ditemukan klaster anak-anak. Ya kuncinya harus patuhi prokes dan mau divaksin," tandasnya. (dta)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved