Breaking News:

Berita Kudus

Antisipasi Omicron, Bupati Kudus HM Hartopo Gencarkan Kembali Testing, Tracing, dan Treatment

Bupati Kudus HM Hartopo kembali mengingatkan pentingnya protokol kesehatan kepada warganya.

Penulis: Rifqi Gozali | Editor: rival al manaf
TRIBUN JATENG/RIFQI GOZALI
Bupati Kudus HM Hartopo 

TRIBUNJATENG.COM, KUDUS - Bupati Kudus HM Hartopo kembali mengingatkan pentingnya protokol kesehatan kepada warganya.

Apalagi, saat ini sudah ada warga Indonesia yang terinfeksi Covid-19 varian Omicron.


"Untuk antisipasi Omicron sebetulnya sama seperti kemarin, yaitu imbauan dan sosialisasi kepada masyarakat supaya protokol kesehatan dijalankan," kata Bupati Kudus HM Hartopo, Jumat (17/12/2021).

Baca juga: 26 Atlet Kungfu Dari Kudus Bersaing Dalam Kerjurda Virtual AKTI

Baca juga: 4 Kepala Desa Antarwaktu di Kudus Dilantik, Bupati Hartopo: Jangan Sampai Jadi Alat Politik

Baca juga: Hartopo Kejar Pencapaian Vaksinasi Lansia Untuk Mendapat Alokasi Vaksin Anak-anak Kudus


Langkah selanjutnya yang dilakukan untuk mengantisipasi terjadinya lonjakan kasus aktif Covid-19, kata dia, yakni dengan kembali menggencarkan testing, tracing, dan treatment (3T).

Selanjutnya,  pihaknya akan lebih mengetatkan lagi sejumlah tempat, misalnya di objek wisata.


"Pengetatan di sektor wisata, biasanya hari libur yang jadi tujuan adalah wisata," kata dia.


Sebelumnya, kata dia, dia berencana akan menutup sejumlah tempat umun yang biasa jadi titik keramaian, termasuk tempat wisata.

Penutupan tersebut akan dilakukan tepat saat Natal dan tahun baru.

Baca juga: Upaya Konservasi, 2.000 Bibit Alpukat Ditanam di Lereng Gunung Muria Kudus

Baca juga: Buruh Rokok di Kudus Mulai Terima BLT Cukai

Baca juga: IAIN Kudus Raih Peringkat Kedua Kinerja Pelaksanaan Anggaran

Hal itu untuk menghindari terjadinya kerumunan yang bisa menjadi wahana penularan virus.

Rencana penutupan tersebut, kata dia, sebelumnya akan dikaji terlebih dulu.

Preseden yang paling memungkinkan untuk dilakukan penutupan adalah perkembangan yang terjadi jelang libur Natal apakah ramai pengunjung atau tidak.

"(Untuk penutupan) lihat perkembangan. Kalau perkembangannya tidak memungkinkan harus dibuka ya ditutup. Kalau bisa ditolerir ya cuma pengetatan saja atau pembatasan," kata dia. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved