Berita Semarang

Bantuan Biaya Pendidikan bagi Mahasiswa Terdampak Covid pada 2022, UT Semarang Siapkan Rp 4 Miliar

Sulitnya akses ke perguruan tinggi jadi satu persoalan sebagai dampak pandemi.

Penulis: mamdukh adi priyanto | Editor: sujarwo
Tribun Jateng/Mamdukh Adi Priyanto
Direktur UT Semarang, Moh Muzammil usai melaksanakan wisuda daring beberapa waktu lalu. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Sulitnya akses ke perguruan tinggi jadi satu dari sekian banyak persoalan sebagai dampak pandemi Covid-19.

Kesulitan akses masuk perguruan tinggi karena kondisi ekonomi masyarakat yang belum normal. Selama pandemi, aktivitas ekonomi pun terganggu.

Banyak perusahaan tutup serta memberikan cuti tanpa kompensasi alias pemutusan hubungan kerja.

Persoalan akses ke perguruan tinggi pun harus menjadi perhatian pemerintah agar angka partisipasi kasar perguruan tinggi (APK-PT) bisa sesuai target pembangunan manusia.

Melihat kondisi dampak dari pandemi, Universitas Terbuka (UT) Semarang mencari cara untuk memberikan akses seluas-luasnya bagi masyarakat mendapatkan pendidikan berkualitas. Yakni melalui bantuan dana pendidikan dan beasiswa.

"Pada 2021 total ada Rp 4 miliar beasiswa dan bantuan biaya pendidikan. Pada 2022 kemungkinan sama angkanya Rp 4 miliar, jumlah yang tidak sedikit," kata Direktur UT Semarang, Moh Muzammil, Minggu (19/12/2021).

Total anggaran Rp 4 miliar tersebut dialokasikan sesuai kebutuhan UT yang ada di Jawa Tengah.

Seperti diketahui, kampus UT di Jateng tersebar di beberapa kabupaten dan kota di Jateng.

Penyaluran beasiswa dan bantuan biaya pendidikan bagi mahasiswa UT tersebut juga menjadi ikhtiar menjamin keberlangsungan pembelajaran di perguruan tinggi.

Muzammil mengatakan mahasiswa UT didominasi masyarakat dari lapisan menengah ke bawah.

Sehingga, beasiswa dan bantuan pendidikan tersebut sangat dibutuhkan.

"Ini akan memberikan keringanan kepada mahasiswa yang terdampak covid, baik mahasiswa itu sendiri maupun orangtuanya. Dengan begitu, mahasiswa akan bebas biaya UKT," ucapnya.

Menurutnya, sumber dana lain untuk perluasan akses masyarakat bisa kuliah yakni berasal dari Corporate Social Responsibility (CSR) dari perusahaan.

Muzammil memberikan contoh bantuan biaya pendidikan berasal dari CSR di Blora yang bisa membantu anak tukang pentol (jajanan tradisional serupa bakso) untuk berkuliah. (*)

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved