Aktivitas Gunung Merapi

Gunung Merapi Luncurkan Lava Pijar 6 Kali Sejauh 1,5 Km Arah Barat Daya Minggu 19 Desember 2021

Gunung Merapi meluncurkan guguran lava pijar sebanyak 6 kali jarak luncur maksimum 1.500 meter ke arah barat daya, pada Minggu (19/12/2021).

Editor: m nur huda
KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG
Ilustrasi - Guguran lava pijar Gunung Merapi terlihat dari Desa Wonokerto, Kecamatan Turi, Kabupaten Sleman, DI Yogyakarta, Jumat (5/3/2021). Menurut data Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) periode pengamatan Kamis (04/03/2021) pukul 18:00-24:00 WIB dan Jumat (05/03/2021) 00.00-06.00 WIB Gunung Merapi mengalami 81 kali guguran lava pijar dengan jarak luncur maksimal 1.200 m ke arah barat daya. 

TRIBUNJATENG.COM, YOGYA - Gunung Merapi meluncurkan guguran lava pijar sebanyak 6 kali jarak luncur maksimum 1.500 meter ke arah barat daya, pada Minggu (19/12/2021).

Aktivitas Gunung Merapi ini terpantau dari periode pengamatan sejak pukul 00:00-06:00 WIB.

Kepala BPPTKG Hanik Humaida mengatakan, secara meteorologi cuaca berawan dan mendung.

"Angin bertiup lemah ke arah barat. Suhu udara 17-21 °C, kelembaban udara 75-95 persen, dan tekanan udara 567-717 mmHg," ucapnya.

Selanjutnya untuk aktivitas gempa guguran Gunung Merapi terjadi sejumlah 41 kali, amplitudo 3-15 mm, durasi 19-141 detik.

Kemudian gempa Hybrid/Fase Banyak sejumlah 12 kali, amplitudo 2-15 mm, S-P 0.3-0.6 detik, durasi 4-11 detik.

Gempa vulkanik dangkal terjadi sebanyak 2 kali, amplitudo 30-75 mm, durasi 9-32 detik.

"Secara visual gunung terlihat jelas, kabut 0-I, kabut 0-II, hingga kabut 0-III. Asap kawah bertekanan lemah teramati berwarna putih dengan intensitas sedang hingga tebal dan tinggi 20-100 m di atas puncak kawah," bebernya.

Adapun hingga saat ini status Gunung Merapi masih ada di level III (Siaga).

Rekomendasi dari BPPTKG yakni potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor tenggara-barat daya sejauh maksimal 3 km ke arah sungai Woro dan sejauh 5 km ke arah sungai Gendol, Kuning, Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng, Dan Putih.

Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi erupsi eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.

Masyarakat diminta tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya.

"Mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik dari erupsi Gunung Merapi serta mewaspadai bahaya lahar terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi," ungkapnya.

Penambangan di alur sungai yang berhulu di Gunung Merapi dalam KRB III direkomendasikan untuk dihentikan.

Pelaku wisata direkomendasikan tidak melakukan kegiatan pada daerah potensi bahaya dan bukaan kawah sejauh 5 km dari puncak Gunung Merapi.

Jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, maka status aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali. (*)
 


Artikel ini telah tayang di TribunJogja.com dengan judul UPDATE Gunung Merapi 19 Desember 2021: Keluarkan Lava Pijar 6 Kali Jarak 1.500 Meter ke Barat Daya

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved