Polisi
Kapolda Belajar Cara Sopan Santun Melayani Warga pada Satpam Bank
Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Fadil Imran ternyata benar-benar belajar cara sopan santun ke satpam bank.
Penulis: Daniel Ari Purnomo | Editor: Daniel Ari Purnomo
TRIBUNJATENG.COM - Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Fadil Imran ternyata benar-benar belajar cara sopan santun ke satpam bank.
Dia menjumpai seorang satpam Bank DKI, beberapa waktu lalu.
Semula si satpam tampak gugup ketika berjumpa dengan Kapolda Metro Jaya.
Pria itu sedikit terbata-bata meminta izin foto bareng Kapolda Metro Jaya.
"Mau foto bareng boleh jenderal?" pinta si satpam itu.
"Jangankan foto bareng, saya mau belajar bagaimana melayani dengan baik itu," kata Irjen Pol Fadil Imran.
"Siap," jawab si satpam.
"Belajar sama satpam gapapa," tambah Jenderal bintang 2 itu.
Video itu diunggah di akun instagram Kapolda Metro Jaya.
Berikut cuplikannya.
Di sela kunjungan saya ke SPKT, saya juga berkunjung ke tempat pembayaran dan berbincang dengan teman-teman di Bank DKI.
Sindiran Polisi Diganti Satpam
Belum lama ini netizen kecewa dengan kinerja Polri.
Beberapa tagar pun muncul.
Sebagai contoh tagar percuma lapor polisi dan polisi ganti satpam bca.
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memberi tanggapan terkait tagar #percumalaporpolisi hingga sentilan warganet agar polisi diganti dengan Satpam BCA.
Kapolri juga mengakui tagar #percumalaporpolisi kemudian diikuti dengan pemikiran untuk memviralkan dulu sebuah kasus agar kemudian cepat diproses.
Listyo Sigit menyatakan hal itu bagian dari ekspresi masyarakat agar polisi lebih baik.
"Trendnya kemudian akhir-akhir ini muncul, lebih baik viral karena kalau nggak viral nggak ditanggapi. Saya pikir ini bagian dari ekspresi masyarakat agar polisi lebih baik," ujarnya.
Dikatakan Listyo, tagar#percumalaporpolisi yang muncul merupakan ekspresi masyarakat yang mungkin merasa tidak puas dengan pelayanan Polri.
Tagar itu sudah semestinya dijawab dengan perbaikan yang nyata, bukan dengan perang tagar.
"Jadi perasaan masyarakat yang tidak puas karena lapor polisi yang tidak diterima dengan baik, mereka juga tidak punya hubungan dengan kepolisian dan mungkin banyak mengalami trauma dan ini harus dijawab dengan pelayanan polisi yang lebih baik. Perang tagar buat saya tidak ada artinya," tegasnya.
Kapolri juga memberi tanggapan soal suara warganet yang menyindir agar polisi diganti dengan satpam BCA.
Gara-gara sindiran polisi diganti dengan satpam BCA itu, sempat muncul reaksi dari anggota polisi yang berlebihan seperti memberi ancaman.
Menjawab hal itu, Listyo Sigit menyadari tidak mudah mendorong anggota Polri agar terbuka dengan kritik.
Meski demikian, reaksi yang emosional tentu tidak dibenarkan.
"Saya menyadari mungkin anggota juga posisi mereka capek, dia merasa sudah berbuat tapi kok tanggapannya seperti itu."
"Tentunya itu butuh suatu kematangan untuk belajar menerima masukan, belajar menerima kritik dan itu memang tidak gampang. Tapi tentunya ke dalam, kita memberi arahan. Hal-hal seperti itu tentunya tidak dijawab dengan emosional," jelasnya.
Kritik ataupun sindiran yang dilontarkan warganet, ujar Listyo Sigit semestinya menjadi alat untuk mengukur lagi kinerja anggota Polri.
Apabila sudah merasa bekerja maksimal, tetapi masih mendapat kritik atau ejekan, menandakan mungkin saja masih ada pelayanan Polri di tempat lain yang mungkin kurang baik.
"Kita tidak usah pusing dengan satire, ejekan tetapi bagaimana melakukan evaluasi apa yang sudah kita lakukan. Tugas anggota yang penting lakukan tugas dengan baik, berbuat dengan baik sehingga kehadiran para anggota ini betul-betul dirasakan oleh masyarakat yang ingin bahwa polisi ini betul-betul bisa memberi rasa aman, rasa keadilan dan memberi pelayanan yang baik dan pofesional tanpa membedakan status," terangnya.
(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/kapolda-metro-jaya-belajar-ke-satpam.jpg)