Sabtu, 11 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Kementerian Komunikasi dan Informatika

Kemenkominfo Gelar Sosialisasi Menuju Indonesia Bebas TBC 2030

Indonesia masih menjadi negara dengan kasus penderita tuberkulosis atau TBC tertinggi di dunia.

Editor: abduh imanulhaq
KEMENKOMINFO
Wiryanta, Budi Suprastowo, Sudarsana dan Dr Novita saat Sosialisasi Pencegahan dan Edukasi Penyakit TBC secara luring dan daring di Kota Magelang, Jawa Tengah, Senin (20/12/2021). 

TRIBUNJATENG.COM, MAGELANG - Indonesia masih menjadi negara dengan kasus penderita tuberkulosis atau TBC tertinggi di dunia.

Kondisi ini telah memberikan kerugian ekonomi yang besar bagi negara dan masyarakat.

Oleh karenanya, seluruh pihak diharapkan dapat terus meningkatkan kewaspadaan dengan mencegah penularan TBC dan mendukung pemerintah dalam mewujudkan Indonesia Bebas TBC.

"Seluruh elemen masyarakat diharap terus meningkatkan kewaspadaan terhadap isu TBC dan mendukung Pemerintah mewujudkan Indonesia Bebas TBC tahun 2030. Yaitu pencegahan agar tidak tertular," kata Direktur Informasi dan Komunikasi Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo), Wiryanta, dalam kegiatan Sosialisasi Pencegahan dan Edukasi Penyakit TBC yang diselenggarakan secara luring dan daring kepada remaja di Kota Magelang, Jawa Tengah, Senin (20/12/2021).

TBC adalah penyakit menular yang disebabkan oleh Mycobacterium tuberkulosis.

Penyakit ini terutama menyerang paru-paru, tetapi dapat juga mengenai bagian tubuh lainnya misalnya tulang, kelenjar, kulit, ataupun otak.

Bakteri TBC menyebar melalui udara ketika orang yang terinfeksi batuk, bersin, berbicara, bernyanyi, atau tertawa.

Data WHO Global TB Report tahun 2020, menyebut Indonesia merupakan negara peringkat kedua tertinggi beban TBC di dunia, dengan perkiraan jumlah orang yang jatuh sakit akibat TBC mencapai 845.000 dengan angka kematian sebanyak 98.000 atau setara dengan 11 kematian/ jam.

Dari jumlah kasus tersebut, baru 67 persen yang ditemukan dan diobati, sehingga terdapat sebanyak 283.000 pasien TBC yang belum diobati dan berisiko menjadi sumber penularan bagi orang di sekitarnya.

Untuk menekan kasus TBC, pemerintah telah melakukan berbagai upaya antara lain memperbarui alur diagnosis untuk dapat lebih banyak menjangkau pasien TBC, memperkuat kepemilikan dan leaderships program TBC di setiap tingkat, pemberian layanan berpusat pasien (patient-centered services), memperkuat pembiayaan untuk program TBC dan pasien TBC melalui JKN, serta memperkuat keterlibatan komunitas dan optimalisasi digital health.

Wiryanta mengatakan pencegahan dan pengendalian faktor risiko TBC dapat dilakukan dengan cara selalu menjaga kebersihan diri dan lingkungan sekitar, konsumsi makanan bergizi seimbang dan melakukan olahraga ringan rutin minimal seminggu sekali.

Langkah pencegahan TBC merupakan bentuk peran masyarakat mendukung pelaksanaan G20 di Indonesia pada 2022.

G20 adalah forum yang beranggotakan 19 negara dengan skala ekonomi terbesar di dunia, ditambah dengan Uni Eropa, dimana Indonesia berkesempatan untuk memegang Presidensi G20 tahun 2022.

"TBC bukanlah momok yang harus ditakuti karena dapat disembuhkan. Namun demikian TBC harus diobati dengan cepat dan tepat," tandasnya. (*)

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved