Breaking News:

Pertamax Bisa Turun Harga Jika Premium Dihapus

penghapusan BBM Premium tidak berdampak signifikan terhadap konsumen, tetapi justru dinilai bagus, karena bisa meningkatkan kualitas udara.

Editor: Vito
Pertamax Bisa Turun Harga Jika Premium Dihapus
ISTIMEWA
ilustrasi - Pertamax

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Kabar mengenai penghapusan bahan bakar minyak(BBM) jenis Premium kembali mencuat. Informasi menyebut, BBM beroktan 88 tersebut bakal dihapus mulai 2022, dan tinggal menunggu Peraturan Presiden keluar.

Menanggapi hal itu, Direktur Eksektutif Institute for Essential Services Reform (IESR), Fabby Tumiwa mengatakan, jika BBM premium benar dihapus, maka BBM dengan Research Octane Number (RON) 92 yakni Pertamax bisa turun harga.

"Saya menduga harga BBM RON 92 bisa turun, karena dugaan saya ada cross subsidi dari jenis bahan bakar oktan tinggi ke rendah. Jadi, harga oktan tinggi lebih mahal," ujarnya, Senin (20/12).

Menurut dia, penghapusan BBM Premium tidak berdampak signifikan terhadap konsumen, tetapi justru dinilai bagus, karena bisa meningkatkan kualitas udara.

Bahkan, Fabby mengingatkan bahwa sebenarnya Premium sudah pernah dihapuskan di Pulau Jawa pada 2016 hingga 2018.

"Di 2016, Premium sudah tidak lagi dijual di Jawa, tapi 2018 disuruh jual lagi di Jawa. Dari sudah dikendalikan peredarannya di Jawa, jelang Pemilu (2019) diperbolehkan lagi jual Premium," katanya.

Saat itu, dia menambahkan, terdapat aturan main lewat Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Nomor P.20/Menlhk/Setjen/Kum.1/3/2017, di mana spesifikasi bensin harus memiliki RON minimal 91.

"Premium itu memang sudah dari 2018, setahu saya sudah dihapus. Peraturan Menteri LHK Tahun 2017 menyatakan, bahwa dalam rangka menjaga kualitas udara, standar bahan bakar mesti euro 4," jelasnya.

Pjs Corporate Secretary PT Pertamina Patra Niaga, Irto Ginting menuturkan, perseroan hingga saat ini belum mendapatkan informasi resmi soal penghapusan BBM jenis Premium dari pemerintah.

Namun, Pertamina menyerahkan sepenuhnya kepada pemerintah dan akan menjalankan apa yang ditugaskan. "Prinsipnya kami akan menjalankan penugasan sesuai dengan yang diberikan pemerintah," ucapnya.

Beberapa waktu lalu, Kementerian ESDM mengisyaratkan Premium akan dihapus, dan diganti dengan Pertalite (RON 90) yang dinilai lebih ramah lingkungan.

Direktur Pembinaan Usaha Hilir Migas Kementerian ESDM, Soerjaningsih menyatakan, rencana itu masih dalam tahap kajian, dan harus mendapatkan persetujuan dari Presiden.

Menurut dia, kualitas Pertalite lebih baik dari Premium. Oleh sebab itu, peralihan jenis BBM ini perlu dilakukan untuk memperbaiki lingkungan ke depan.

"Kami harapkan ke depan ada roadmap BBM yang ramah lingkungan. Jadi dari RON 88 kalau nanti dihapus tinggal paling kecil RON 90. Kalau kemampuan kita memungkinkan, naik lagi jadi RON 91 atau 92. Itu adalah komitmen kami menyediakan BBM yang ramah lingkungan," terangnya.

Diketahui, berdasarkan data Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas), penyerapan bensin Premium selama Januari hingga November 2021 sebesar 3,41 juta kilo liter (kl) atau hanya sekitar 34,15 persen dari kuota Premium pada tahun ini sebesar 10 juta kl. Proyeksi sampai akhir tahun, diperkirakan hanya bertambah sekitar 248 kl. (Tribun Network)

Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved