Breaking News:

Berita Kabupaten Tegal

Resmikan Poliklinik Kesehatan Desa Pesayangan, Bupati Tegal: Tekan Risiko Kematian Ibu dan Bayi

Umi berharap, keberadaan PKD bisa membantu menekan risiko kematian ibu dan bayi melalui layanan komunikasi, informasi dan edukasi

Penulis: Desta Leila Kartika | Editor: muslimah
Humas Pemkab Tegal
Bupati Tegal Umi Azizah, didampingi Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tegal Hendadi Setiaji (pojok kanan), saat meresmikan Gedung Poliklinik Kesehatan Desa (PKD) Asy-Syifa di Desa Pesayangan, Kecamatan Talang belum lama ini. 

TRIBUNJATENG.COM, SLAWI – Bupati Tegal Umi Azizah, didampingi Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tegal Hendadi Setiaji, meresmikan Gedung Poliklinik Kesehatan Desa (PKD) Asy-Syifa di Desa Pesayangan, Kecamatan Talang belum lama ini.

Umi berharap, keberadaan PKD bisa membantu menekan risiko kematian ibu dan bayi melalui layanan komunikasi, informasi dan edukasi.

Lewat sambutannya, Umi berharap PKD di Pesayangan ini tidak hanya berfungsi memberikan pelayanan kesehatan deteksi dini, kegawatdaruratan, dan rujukan sesuai kemampuannya, namun juga menjadi wadah pembinaan kader tenaga penyuluh kesehatan desa untuk memberikan layanan konseling kepada masyarakat dalam meningkatkan derajat kesehatannya, terutama menyangkut keselamatan ibu hamil dan bayi.

Menurutnya hal tersebut sangat penting sebagai bagian dari upaya menekan angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB).

Sebab, kasus kematian bayi di Kabupaten Tegal dinilainya cukup tinggi dan meningkat di masa pandemi.

Dari AKB 5,95 di tahun 2019 menjadi 6,9 di tahun 2020 dengan 152 kasus kematian bayi.

Adapun jumlah kasus kematian bayi tahun ini sampai dengan Oktober 2021 tercatat ada 113 kasus.

Sedangkan kasus kematian ibu juga bertambah dari 12 kasus di tahun 2019 atau AKI 44,5 menjadi 28 kasus di tahun 2020 dengan AKI 104.

Penyebab terbanyak terjadinya kasus kematian ibu sepanjang tahun 2020 lalu lebih didominasi kasus preeklamsia berat yang sering disebut sebagai keracunan kehamilan.

“Ini bisa dicegah dengan memberikan pemahaman kepada ibu hamil, pasangan, dan keluarganya untuk mendeteksi keberadaan preeklamsia dengan mengenali ciri-cirinya setelah terlebih dahulu dikenalkan gejalanya,” jelas Umi, dalam rilis yang diterima Tribunjateng.com, Senin (20/12/2021).

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved