Selasa, 26 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Gubernur Ganjar Pranowo Bertemu Mahasiswi Bernama Ganjar, Komennya Bikin Ngakak

Seorang mahasiswi asal Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), membuat Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo bertanya-tanya.

Tayang:
Penulis: m zaenal arifin | Editor: Daniel Ari Purnomo
Humas Pemprov Jateng
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengikuti webinar Himpunan Mahasiswa Buddhis (Hikmahbudhi) secara daring, Selasa (21/12/2021). 


TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Seorang mahasiswi asal Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), membuat Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo bertanya-tanya.

Sebab, mahasiswi itu memiliki nama belakang Ganjar.

Momentum terjadi saat Ganjar Pranowo mengikuti webinar Himpunan Mahasiswa Buddhis (Hikmahbudhi) secara daring, Selasa (21/12/2021).

Begitu Ganjar masuk webinar, pembawa acara bernama Silawati Dayang Ganjar menyambutnya. Spontan Ganjar bertanya nama belakang pembaca acara.

"Itu benar namamu ada Ganjarnya? Jadi bapakmu Ganjar juga namanya?" tanya Ganjar kepada Silawati.

Silawati membenarkan bahwa pada namanya tersemat nama Ganjar. Nama itu sendiri ternyata bukan nama ayahnya melainkan nama sebuah dusun di Desa Mareje, Kecamatan Lembar, Kabupaten Lombok Barat, NTB.

"Iya Pak, ada. Ganjar itu nama tempat tinggal saya di Lombok. Lebih tepatnya Dusun Ganjar, Pak," jawab Silawati.

"Hah, tempat tinggal namanya Ganjar? Saya kira kamu anakku, dari istri yang mana gitu lho?" kata Ganjar menanggapi kembali sambil melempar gurauan kepada Silawati. Gurauan tersebut juga membuat peserta webinar tertawa.

Sementara dalam webinar bertema "Mempersiapkan Entrepreneur Muda Buddhis dalam Menyongsong Generasi Emas 2045" itu Ganjar Pranowo mengatakan rasio entrepreneur di Indonesia saat ini masih 3,1 persen atau sekitar 8,06 juta orang. Itu merupakan tantangan bagi semua karena entrepreneur atau pengusahanya masih sedikit.

"Jadi kalian semua masih memiliki peluang untuk mengisi seratus juta berikutnya. Artinya peluang untuk menjadi entrepreneur sangat banyak," kata Ganjar.

Bicara Indonesia pada tahun 2045 yang merupakan periode emas kemerdekaan Republik Indonesia, bonus demografi mencapai puncak. Tahun itu merupakan tahun milik generasi muda saat ini.

"Tinggal kalian mau menunggu atau menjemput. Kalau mau menjemput maka talenta harus dikembangkan lalu melakukan praktik sehingga bisa merasakan bagaimana sakitnya jatuh dan bagaiman enaknya terbang. Di tangan kalianlah kepemimpinan nanti akan diambil," ungkap Ganjar.

Ganjar menambahkan, untuk menyongsong 2045 maka generasi muda perlu memiliki karakter yang kuat. Seperti nasionalis, memiliki spirit kebangsaan, serta kreatif, inovatif dan bisa berkolaborasi.

"Kemampuan adaptif menjadi penting karena biasanya lebih luwes dalam berkomunikasi. Kecerdasan emosional juga harus dikelola selain kecerdasan intelektual," pungkasnya. (Nal)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved