Berita Semarang

Masa Sewa Habis, Pedagang Johar Semarang Mempertanyakan Kepastian Lokasi Jualan di Lahan MAJT

Pedagang Johar minta kejelasan terkait mereka yang belum dapat lapak, mengingat masa kontrak sewa lahan di tempat relokasi MAJT berakhir hari ini.

Penulis: Eka Yulianti Fajlin | Editor: moh anhar

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Sejumlah pedagang Johar kembali mendatangi kantor Dinas Perdagangan Kota Semarang, Selasa (21/12/2021).

Mereka meminta kejelasan terkait penataan pedagang yang belum mendapatkan lapak mengingat masa kontrak sewa lahan di tempat relokasi MAJT berakhir 21 Desember ini. 

Pedagang Konveksi, Indah mengatakan, seluruh rekan pedagang satu deret di blok G2 Pasar Relokasi sudah mendapat tempat di Pasar Johar.

Mereka sudah berkemas-kemas pindah ke pasar yang baru. Menurutnya, para pedagang merasa takut karena masa kontrak di MAJT sudah habis. Dia pun mengaku bingung masih tertinggal sendiri di pasar relokasi. 

Baca juga: PCNU Kudus Berharap Ketua Umum Tanfidziyah PBNU Bisa Ditentukan Melalui AHWA

Baca juga: Ustaz Yahya Waloni Minta Maaf Niatnya Ejek Agama Lain Cuma Bercanda

"Teman-teman saya satu deret blok sudah dapat semua. Hanya tinggal saya. Semua sudah dibongkari, pindah. Saya sendiri disitu. Nanti bagaimana?" keluhnya, saat mendatangi kantor Dinas Perdagangan, Selasa (21/12/2021). 

Dia pun telah mengeluhkan kondisi ini ke tim penataan Dinas Perdagangan mengingat dia belum mendapatkan lapak.

Dia berharap bisa dikembalikan ke lapak semula. 

"Kami terlempar, kami harap segera tolong dikembalikan ke tempat semula," ucapnya. 

Ketua LBH Buser Indonesia selaku pendamping pedagang, Didik Agus Triyanto mengatakan, adanya edaran batas waktu berjualan di pasar relokasi hingga Desember ini menimbulkan keresahan di kalangan pedagang.

Melalui audiensi ini, para pedagang mempertanyakan kejelasan hal tersebut.

Ternyata, para pedagang yang masih ingin berjualan di tempat relokasi diperbolehkan hingga Desember 2022 mendatang. 

"Satu tahun ke depan pedagang masih bisa berjualan di MAJT, tidak ada penyitaan," sebut Didik. 

Lebih lanjut, dia menambahkan, pedagang yang terlempar dari Johar Utara maupun Johar Tengah masih berharap bisa kembali ke lapak semula.

Dari hasil audiensi, katanya, Dinas Perdagangan akan melakukan evaluasi hingga 27 Desember mendatang guna memastikan lapak-lapak yang kosong di Johar ditempati oleh pedagang yang mendapatkan undian atau tidak.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved