Berita Kendal

Polisi Terus Selidiki Kasus Dugaan Penganiayaan Terhadap Nenek di Kendal

Penyebab kematian warga Korowelanganyar, Cepiring, Kendal, Suratmi (70) terjawab.

Tribun Jateng/ Saiful Masum
Rumah Suratmi (70) warga Desa Korowelanganyar, Cepiring, Kendal tampak sepi dengan dipasang garis pembatas dari polisi, Senin (20/12/2021). 

TRIBUNJATENG.COM, KENDAL -- Penyebab kematian warga Korowelanganyar, Cepiring, Kendal, Suratmi (70) terjawab.

Berdasarkan hasil autopsi, Suratmi mengalami luka dalam di bagian kepala. Luka dalam itu disebabkan trauma akibat benturan dengan benda tumpul.

Selain luka dalam di kepala, disebutkan juga, Suratmi mengalami luka memar pada pundak kiri, lebam pada leher belakang, lebam pada dahi, dan tiga luka sobek sepanjang 3 sentimeter di bagian kepala.

Kasatreskrim Polres Kendal, AKP Daniel Artasasta Tambunan, Senin (20/12) menerangkan, Suratmi meniggal dunia sekitar 6-12 jam sebelum otopsi dilakukan.

Saat ini, pihaknya masih terus melakukan penyelidikan guna mengungkap dugaan penganiayaan terhadap Suratmi sebelum ia ditemukan bersimbah darah di lantai dapur rumahnya, Minggu (19/12).

Saat ditemukan, Suratmi masih dalam keadaan sadar.

Ia sempat dilarikan ke RSUD dr Soewondo. Namun Suratmi meninggal dunia sebelum mendapatkan perawatan medis lebih intensif.

Setelah kematian Suratmi, polisi langsung bergerak dengan memanggil seluruh anggota keluarga korban yang berada di Kendal untuk dimintai keterangan.

Sedangkan keluarga lain yang tinggal di Jakarta masih dalam perjalanan ke Kendal. Penyelidikan juga dilakukan di lokasi kejadian dan sekitarnya.

Termasuk rumah milik putra kelima korban, Suparmo (47) dan istrinya Nuerianti (44).

Saat ditemui di kediamannya, Nuerianti yang berstatus sebagai mantu korban kaget rumahnya didatangi jajaran kepolisian dengan membawa anjing pelacak, Minggu siang.

Nuer yang saat itu sedang beberes rumah bertanya-tanya maksud kedatangan polisi ke rumahnya.

Ia sempat menyangka suaminya yang bekerja di luar kampung tertimpa musibah.

"Saya itu kaget dan tidak habis pikir. Saya tidak tahu apa-apa tiba-tiba polisi banyak datang ke rumah saya. Bawa anjing pelacak juga, kan kaget, ada apa," jelasnya, Senin.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved