Breaking News:

Berita Semarang

Hendi Akan Beri Sanksi bagi Pelanggar Aturan selama Nataru, Tempat Usaha Nakal Tutup Sebulan

Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi telah mengeluarkan instruksi saat perayaan Natal 2021 dan Tahun Baru 2022.

Penulis: Eka Yulianti Fajlin | Editor: moh anhar
TRIBUN JATENG/EKA YULIANTI FAJLIN
Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi memberikan kererangan pers, Rabu (22/12/2021). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi telah mengeluarkan Instruksi Wali Kota Nomor 9 Tahun 2021 terkait pencegahan dan penanggulangan Covid-19 saat perayaan Natal 2021 dan Tahun Baru 2022.

Hendi, sapaannya, memberlakukan pembatasan di sejumlah sektor antara lain ekonomi, pariwisata, seni dan budaya, dan sebagainya.

Dia juga telah menyiapkan sanksi bagi pelaku usaha yang melakukan pelanggaran. Pemerintah Kota Semarang tak segan menutup tempat usaha yang melanggar aturan.

Baca juga: Bobotsari Purbalingga Akan Jadi Kawasan Industri, Pengelolaan Sampah Dipikirkan secara Matang

Baca juga: Kejari Batang Musnahkan Barang Bukti 97 Perkara Kasus Narkoba dan Obat-obatan

"Sanksi terhadap pelanggaran pasti ada. Seperti pengalaman lalu, ada pelanggaran kami panggil. Masih mengulang kami tutup sampai satu bulan," beber Hendi, saat jumpa pers terkait aturan Nataru, di Kantor Wali Kota Semarang, Rabu (22/12/2021).

Dia berharap, para pelaku usaha dan ekonomi bisa beroperasi sesuai aturan yang diberlakukan.

Dia juga menekankan, seluruh aktivitas dan kegiatan harus memakai aplikasi Pedulilindungi agar bisa memastikan semua yang terlibat sudah divaksin dan dalam kondisi sehat.

Adapun aturan selama Nataru antara lain pusat perbelanjaan, supermarket, minimarket, ataupun swalayan boleh beroperasi hingga pukul 22.00 dengan kapasitas 75 persen. 

Tempat hiburan juga boleh beroperasi hingga pukul 20.00 dengan kapasitas 50 persen.

Kegiatan seni, budaya, dan olahraga boleh dilaksanakan dengan pembatasan maksimal 50 persen atau sebanyak-banyaknya 200 orang.

Sedangkan, tempat wisata maksimal 75 persen. Warung makan, kafe, dan restoran kapasitas 75 persen. Transportasi umum dibatasi 75 persen.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved