Breaking News:

Berita Batang

Jumlah Kematian Bumil Saat Pandemi di Batang Meningkat, Ada 33 Kasus

Dinas Kesehatan Kabupaten Batang mencatat hingga saat ini jumlah kasus kematian ibu hamil selama pandemi Covid-19 mencapai angka 33 kasus.

Penulis: dina indriani | Editor: Catur waskito Edy
dina indriani
Bupati Batang Wihaji saat mendampingi pelaksanaan suntik vaksin ibu hamil di Puskesmas Tersono beberapa waktu lalu. 

TRIBUNJATENG.COM,BATANG - Dinas Kesehatan Kabupaten Batang mencatat hingga saat ini jumlah kasus kematian ibu hamil selama pandemi Covid-19 mencapai angka 33 kasus.

Jumlah tersebut mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya sebanyak 14 kasus.

Kabid Kesehatan Keluarga, melalui Kasi Kesehatan Keluarga dan Gizi, Khotiq Mulyaningrum mengatakan dari total 33 kasus itu 19 diantaranya meninggal akibat Covid-19.

"Jika dilihat dari jumlah kasus memang ada peningkatan karena banyak ibu hamil yang meninggal positif Covid-19, dari 33 kasus 19 diantaranya meninggal karena Covid-19.

Namun jika dihitung dari yang non Covid-19 kasus kematiannya masih sama sebanyak 14 kasus," terangnya, Kamis (23/12/2021).

Lebih lanjut, menurutnya ibu hamil memang memiliki resiko tinggi terpapar Covid-19. 

Apalagi dengan kondisi mereka yang rentan virus lantaran menurunnya daya tahan tubuh. 

Oleh karenanya pihaknya pun rutin mengedukasi ibu hamil untuk melaksanakan Vaksinasi dari usia kehamilan 13-33 Minggu. 

"Kami prioritaskan ibu hamil untuk mendapatkan vaksinasi, sehingga diharapkan bisa mendukung merek untuk lebih terlindungi dari Covid-19," ujarnya.

Dijelaskannya, selain faktor Covid-19, dikatakannya kematian ibu juga dikarenakan masih banyaknya mitos di kalangan keluarga. 

Sehingga banyak ibu, Khususnya pasca melahirkan meninggal lantaran kekurangan asupan gizi dan terlalu kelelahan. 

Oleh karenanya pihaknya berusaha terus mengedukasi ibu hamil dan keluarga mereka agar lebih memperhatikan asupan gizi apalagi untuk ibu pasca melahirkan yang membutuhkan pemulihan. 

"Hampir 60 persen dari kasus kematian non Covid-19 terjadi di fase pasca melahirkan,  karena banyaknya mitos beredar masih menjadi halangan bagi para ibu jadi meski mereka sudah teredukasi kadang pekewuh dengan keluarga," pungkasnya.(din)

Baca juga: Sebanyak 1.356 Buruh Rokok dan Petani Tembakau di Purbalingga Terima BLT dari DBHCHT

Baca juga: Sambut Libur Nataru, Atlanta Electronics Semarang Tawarkan Promo Berhadiah Emas 50 Gram

Baca juga: Polres Semarang Laksanakan Apel Gelar Pasukan Operasi Lilin Candi 2021

Baca juga: Khotijah Bikin Industri Kosmetik Asli Batang, Buka Peluang Wirausaha yang Ingin Punya Brand Sendiri

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved