Breaking News:

Berita Banjarnegara

Ribuan Botol Miras Hasil Razia Dimusnahkan Polres Banjarnegara Jelang Nataru

Berbagai jenis dan merek miras tersebut dimusnahkan dengan cara digilas menggunakan alat berat yang disaksikan oleh Forkopimda Banjarnegara.

Penulis: khoirul muzaki | Editor: moh anhar
TRIBUN JATENG/KHOIRUL MUZAKKI
Pemusnahan miras di halaman Mapolres Banjarnegara, Kamis (23/12/2021). 

TRIBUNJATENG. COM, BANJARNEGARA - Polres Banjarnegara memusnahkan barang bukti hasil kegiatan rutin Kepolisian yang ditingkatkan (KRYD) berupa 2.393 botol miras, 955 liter tuak dan ciu serta 253 buah petasan di Mapolres Banjarnegara, Kamis (23/12/2021).

Berbagai jenis dan merek miras tersebut dimusnahkan dengan cara digilas menggunakan alat berat yang disaksikan oleh Forkopimda Banjarnegara.

Kapolres Banjarnegara AKBP Fahmi Arifrianto melalui Kabag Ops AKP Prijo Djatmiko  mengatakan, kegiatan KRYD dilakukan sejak tanggal 16 sampai 20 Desember 2021 dengan sasaran miras, petasan dan kembang api.

Baca juga: Gencarkan Vaksinasi Covid-19 ke Desa-desa Kabupaten Tegal, Target Dosis Satu Capai 70 Persen

Baca juga: Inilah Sosok Mbah Minto di Mata Youtuber Ucup Klaten

"Sebagai upaya cipta kondisi menjelang operasi lilin, sehingga pada saat pelaksanaan operasi lilin candi 2021 sudah kondusif karena terbantu dengan KRYD,," katanya.

Ia berharap, masyarakat terbebas dari miras karena bisa memicu kriminalitas, serta gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat.

Ia mengimbau masyarakat dalam melaksanakan peribadatan Natal agar mematuhi protokol kesehatan, sesuai surat edaran Menteri Agama No 33 Tahun 2021. 

Selain itu, menjelang tahun baru, ia mengimbau agar masyarakat tidak melakukan kegiatan keluar,  tidak berkerumun, baik dalam bentuk pesta, seni budaya atau musik. 

"Tujuannya juga untuk mencegah adanya penyebaran Covid-19 dan mengantisipasi tindak pidana atau kriminalitas yang ada di wilayah Banjarnegara," tandasnya.

Di sisi lain, Kapolres Banjarnegara AKBP Fahmi Arifrianto menjelaskan, Operasi lilin Candi 2021 digelar selama 10 hari sejak tanggal 24 Desember 2021 sampai 2 Januari 2022. 

Baca juga: Soal Karantina Usai dari Luar Negeri: Banyak Orang Berduit Minta Gratisan

Baca juga: Genteng Rumah Warga Desa Ngadiluwih Rontok Disapu Angin Puting Beliung

Operasi lilin difokuskan pada antispasi kegiatan masyarakat dalam menyambut Natal dan tahun baru. 

Operasi lebih bersifat preemtif dan preventif guna menggugah kesadaran masyarakat untuk tetap menjaga protokol kesehatan serta lingkungan dari kriminialitas.

"Kita menempatkan pos di 12 titik, yang terdiri dari tiga jenis pos yakni pos terpadu, pos pelayanan dan pos pengamanan," ujarnya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved