Breaking News:

Berita Semarang

BPJS Kesehatan Cabang Semarang Luncurkan Program Bank Sampah untuk Pembiayaan Iuran JKN-KIS

BPJS Kesehatan Cabang Semarang luncurkan program bank sampah untuk pembiayaanJKN-KIS.

Penulis: Idayatul Rohmah | Editor: sujarwo
Tribun Jateng/Idayatul Rohmah
BPJS Kesehatan Cabang Semarang meluncurkan program bank sampah untuk pembiayaan iuran Program JKN-KIS, yang dinamai Program Sadar Jago Mengelola Sampah Kantor (Pasar Johar). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - BPJS Kesehatan Cabang Semarang meluncurkan program bank sampah untuk pembiayaan iuran Program JKN-KIS.

Inovasi tersebut dinamai Program Sadar Jago Mengelola Sampah Kantor (Pasar Johar).

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Semarang, Andi Ashar mengatakan, pengelolaan program ini dijalankan secara kolaboratif dengan komunitas Rakyat Peduli Lingkungan (Rapel).

Dikatakan, pengelolaan sampah di kantornya merupakan potensi yang dapat dikembangkan. Dengan pengelolaan sampah yang bijak, ramah lingkungan dan berkelanjutan, sampah daur ulang yang memiliki nilai jual dapat dimanfaatkan untuk pembayaran iuran JKN-KIS.

“Menghadapi sampah tidak bisa dijadikan lawan, tapi jadi kawan. Kami optimis keberadaan sampah ini akan menjadi berkah. Kita bisa membantu masyarakat untuk mempunyai JKN-KIS, bahkan sisa dana yang ada juga bisa kita gunakan untuk membantu masyarakat sekitar yang tidak mampu,” kata Andi dalam keterangan persnya, kemarin.

Selain mengandalkan sampah kantor, BPJS Kesehatan Cabang Semarang juga mengusung Gerakan Kumpulan Donasi Kita Peduli Sesama (Kota Lama). Lewat gerakan ini, BPJS Kesehatan Cabang Semarang menampung donasi yang diberikan oleh pegawainya untuk pembiayaan peserta JKN-KIS yang membutuhkan.

“Kami ingin menginisiasi masyarakat, bahwasanya selain pembiayaan program UHC dari pemerintah daerah, masyarakat juga bisa berpartisipasi. Dengan melakukan 5M (mengurangi, memilah, memanfaatkan, mendaur ulang dan menabung sampah) selain manfaat lingkungan, kesehatan juga bisa diraih,” lanjutnya.

Pada kesempatan sama, Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang, Moch Abdul Hakam mengungkapkan apresiasinya. Ia berharap program tersebut akan terus berlanjut ke depannya.

“Sesuatu yang sangat menarik dan harapannya bisa dilaksanakan juga oleh kantor-kantor lain. Kami berharap program ini bisa sustain sampai tahun berikutnya,” kata Hakam.

Hakam menambahkan, pihaknya juga telah mencanangkan program pemilahan sampah di seluruh Puskesmas di Kota Semarang.

Program tersebut sudah berjalan di tingkat RT dan RW atas inisiasi komunitas masyarakat.

Manfaat pengelolaan sampah tidak terbatas pada nilai ekonomis semata, karena sampah yang terkelola dengan baik dapat mengeleminasi potensi penyebaran penyakit.

“Sampah bisa disulap dan dimanfaatkan untuk pembiayaan JKN-KIS. Lingkupan juga bersih dan derajat kesehatan penghuni rumah dan lingkungan dapat dicapai. Bisa dibayangkan jika manfaat itu bisa didapat sekaligus,” ujar Hakam. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved