Senin, 13 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Timnas Indonesia

Dewa dan Pratama Arhan Moncer Bersama Timnas Indonesia, PSIS Semarang Siap Lepas ke Klub Luar Negeri

Dua wakil PSIS Semarang yang kini tengah populer berkat penampilan apik di ajang Piala AFF Suzuki Cup 2021 yakni Alfeandra Dewangga Santosa dan Pratam

Istimewa
Pratama Arhan Alif Rifai 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Dua wakil PSIS Semarang yang kini tengah populer berkat penampilan apik di ajang Piala AFF Suzuki Cup 2021 yakni Alfeandra Dewangga Santosa dan Pratama Arhan Alif dipastikan sudah terikat kontrak jangka panjang dengan tim Mahesa Jenar selama tiga tahun.


Hal tersebut menjadi keuntungan tersendiri bagi tim PSIS memiliki aset pemain muda bertalenta.


CEO PSIS Semarang, Yoyok Sukawi memastikan timnya akan selektif jika nantinya ada tim lain yang akan merekrut dua pemain tersebut.


Yoyok mengatakan Alfeandra Dewangga dan Arhan tidak akan dilepas ke klub Indonesia.

Justru, keduanya akan direstui hengkang bila mereka mendapat tawaran dari luar negeri yang kompetisinya lebih baik dari kompetisi sepakbola tanah air.

Kesepakatan tersebut kata Yoyok merupakan perjanjian pribadi antara dia dengan kedua pemain yang bersangkutan.


"Mereka itu kontrak kerja tiga tahun. Tapi saya dan anaknya punya kesepakatan antar lelaki. Saya katakan kalau kamu mau keluar dari PSIS, ke klub Liga 1 di Indonesia tidak boleh," tegas Yoyok.


"Tidak saya lepas. Minta satu trilyun pun tidak saya lepas.

Tapi kalau kamu mau main di atas liga Indonesia, di Korea Selatan, atau Eropa, kita antar ke sana gratis," jelasnya.


Saat ini, kedua pemain tersebut dikatakan Yoyok dudah didekati sejumlah klub top tanah air serta beberapa tim luar negeri yang berasal dari Korea Selatan dan Eropa.


"Sekarang sudah ada kemarin dari Korea dan Eropa, tapi baru sebatas penjajakan," ungkapnya.


Yang jelas, Yoyok mengakui saat ini klub-klub luar negeri masih terkesan malu-malu dengan pemain Indonesia oleh karena masih ragu dengan potensi yang dimiliki.


"Makanya harus ada itikad dari Pemerintah. Contohnya saya, kalau mau ambil Arhan, gratis saya antar. Mau trial sebulan monggo.

Makanya kita juga perlu dorong pemain-pemain ini agar mau ke luar negeri," ucap Yoyok.


Ditambahkan pria yang juga anggota DPR RI Komisi X tersebut, belajar dari pengalaman-pengalaman sebelumnya banyak pemain bertalenta yang diorbitkan PSIS justru gagal karena terlalu cepat memutuskan hengkang dari PSIS dan pindah ke tim lain di Indonesia.

"Banyak tawaran dari klub lokal, tapi kita tidak mau.

Banyak pemain kita yang dulu-dulu itu bertalenta tapi gagal.

Start mereka bahkan lebih bagus dari Dewangga dan Arhan, tapi mereka pilih pergi dari PSIS.

Sekarang ada yang karirnya habis, hanya main di Liga 2," tandas Yoyok.(*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved