Breaking News:

Berita Pekalongan

Nunggak Utang BLBI, Satgas Sita Aset Grup Texmaco di Kota Pekalongan

Tidak berhasil dalam upaya pelunasan BLBI oleh grup Texmaco, pemerintah sita asetnya.

Penulis: faisal affan | Editor: sujarwo
Dok.
Kementerian Keuangan - Perwakilan Satgas BLBI Jawa Tengah bersama dengan beberapa pihak saat melakukan penyitaan aset grup Texmaco di Kelurahan Bendan, Sapuro, dan Krapyak Kidul, Kota Pekalongan, Jawa Tengah sejumlah 3 bidang tanah seluas 2.956 meter persegi, Kamis (23/12/2021). 

TRIBUNJATENG.COM, PEKALONGAN - Akibat dari tidak berhasilnya upaya pelunasan Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) yang dilakukan oleh grup Texmaco, maka pemerintah akhirnya menyita aset milik perusahaan garmen tersebut.

BLBI yang diberikan kepada grup Texmaco pada 22 tahun silam totalnya hingga saat ini yang harus dilunasi yakni Rp 31,7 triliun dan USD 3,9 juta.

Dalam konferensi pers yang dilakuka

Tangkapan layar Youtube - Menkopolhukam Mahfud MD dan Menteri Keuangan Sri Mulyani saat melakukan press conference terkait tunggakan hutang BLBI grup Texmaco, Kamis (23/12/2021).
Tangkapan layar Youtube - Menkopolhukam Mahfud MD dan Menteri Keuangan Sri Mulyani saat melakukan press conference terkait tunggakan hutang BLBI grup Texmaco, Kamis (23/12/2021). (TRIBUN JATENG/FAIZAL M AFFAN)

n oleh Menkopolhukam Mahfud MD dan Menteri Keuangan Sri Mulyani, Satgas BLBI telah melakukan upaya penyitaan aset grup Texmaco sebanyak 587 bidang tanah yang berlokasi di lima daerah.

"Hari ini (23/12/2021) pukul 10.00 WIB Satgas BLBI kembali lakukan upaya penyitaan aset dari grup Texmaco. Penyitaan dilakukan serentak di 5 kota dari 4 provinsi," terangnya.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menambahkan, keterlibatan Grup Texmaco berawal ketika pinjaman di bank BUMN, seperti BRI, Mandiri dan BNI serta beberapa bank swasta.

"Group Texmaco memiliki utang macet kepada Bank-Bank BUMN/Swasta Nasional di antaranya BRI, Bank Arya, BII, Bank Duta, Bank FICOR, BUN, Bank Dharmala, Bank Tiara, BNI, Bank Mandiri, Bank AKEN, Bank INDO, Bank Istimarat, Bank Tata, BTN, Bank Pos, dan Bank EXIM," tuturnya.

Apabila dirinci lebih detail lagi, hutang grup Texmaco di antaranya terbagi dalam beberapa divisi, yakni Divisi Engineering Rp 8,063 triliun dan USD 1,24 juta. Divisi Textile Rp 5,28 triliun, USD 256 ribu, FRF 95,07 ribu, DEM 11,71 juta, JPY 3 miliar, dan NLG 209 ribu.

Direktur Jenderal Kekayaan Negara, Rionald Silaban selaku Ketua Harian Satuan Tugas Penanganan Hak Tagih Negara Dana Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (Satgas BLBI) mengatakan hingga hari ini (23/12/2021), telah melakukan upaya penagihan terhadap kewajiban grup Texmaco.

"Kewajiban Grup Texmaco telah diupayakan penyelesaiannya di Kementerian Keuangan dengan skema restrukturisasi namun upaya tersebut tidak berhasil," terangnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved