Breaking News:

Berita Semarang

Mahasiswa Teknologi Pangan UPGRIS Olah Kulit Buah Jadi Produk Makanan dan Minuman

Masih banyak yang belum tahu bagaimana mengolah kulit buah dengan maksimal.

Penulis: mamdukh adi priyanto | Editor: sujarwo
Tribun Jateng/Mamdukh Adi Priyanto
Mahasiswa teknologi pangan UPGRIS menunjukan produk olahan abon kulit nanas.dok UPGRIS 

TRIBUNJATENG.COM,SEMARANG - Masih banyak yang belum tahu bagaimana mengolah kulit buah dengan maksimal.

Kondisi tersebut tidak berlaku bagi mahasiswa teknologi pangan Universitas PGRI Semarang  (UPGRIS). Mereka mengolah kulit buah yang bisa dijadikan alternatif makanan serta minuman.

Ada berbagai macam produk olahan dari kulit buah, semisal drink dragon, selai lembaran kulit manggis, permen jelly kulit melon, abon kulit nanas, teh kulit apel, serta teh kulit jeruk.

Sejumlah mahasiswa semester 7 teknologi pangan UPGRIS yang tergabung dalam 8 kelompok membuat berbagai macam makanan dan minuman olahan dari kulit buah tersebut.

"Kegiatan mata kuliah yakni diwajibkan mengembangkan produk. Tahun ini dengan tema pemanfaatan limbah kulit buah diolah menjadi bahan pangan," kata dosen Teknologi Pangan UPGRIS, Iffah Muflihati, melalui keterangan tertulis, Jumat (24/12/2021).

Pada mata kuliah pengembangan produk ini, banyak kegiatan yang diselenggarakan. Antara lain pameran produk limbah buah, edukasi pengolahan limbah buah, serta belanja produk ekspo.

Iffah menegaskan, limbah kulit buah yang diolah secara umum, memberikan gambaran bahwa limbah masih bisa digunakan atau diolah menajadi produk yang berkualitas.

Satu produk yang dinilai menarik yakni Bokunas (abon kulit nanas). Produk yang terdiri dari bahan kulit buah nanas, gula aren, bawang merah, bawang putih, cabai, garam, ketumbar lada serta penyedap rasa.

Bokunas memiliki rasa seperti seperi abon pada umumnya. Walaupun berasal dari kulit nanas namun rasanya mirip daging sapi. Ada rasa pedas serta abon daging sapi pada umumnya.

"Di dalam kulit buah masih banyak terdapat banyak kandungan seperti serat dan vitamin. Hal ini bisa mengurangi jumlah sampah rumah tangga," terangnya.

Iffah menjelaskan, hasilnya bisa dijadikan potensi yang bisa dikembangkan menjadi wirausaha. Sampai sejauh ini banyak hasil karya mahasiswa dikembangkan menjadi produk untuk penelitian.

Ia mengatakan, mahasiswa mengolah berdasarkan teori serta konsultasi dengan dosen sebagai pakar makanan. Sehingga hasil yang dibuat akan lebih optimal dan dinikmati masyarakat luas.

Hal ini menjadi satu tujuan setelah mereka lulus akan menjadi ahli makanan yang profesional. Tahun lalu, teknologi pangan berhasil mengolah limbah kulit pisang menjadi ekstrak minuman yang memiliki rasa seperti kopi.

"Produk tersebut sudah masuk jurnal kemudian dibaca Badan Pengawas Obat dan Makanan. Hingga kami diminta untuk menentukan standar kandungan minuman serbuk kulit pisang," imbuhnya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved