Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Sejarah Santa Claus, Hidup di Abad ke-4

Santa Claus sebenarnya nama yang diberikan kepada St. Nicholas, yang merupakan uskup dari Myra di abad ke-4.Ia dikenal sebagai orang yang murah ha

Penulis: Puspita Dewi | Editor: abduh imanulhaq
South China Morning Post
Sejarah Santa Claus, Hidup di Abad ke-4 

Sejarah Santa Claus, Hidup di Abad ke-4

TRIBUNJATENG.COM - Natal identik dengan kehadiran Santa Claus yang membagikan hadiah kepada anak-anak.

Santa Claus dikenal sebagai pria gendut yang memiliki jenggot putih, menggunakan topi serta jas merah, dan membawa banyak hadiah. Namun, sebenarnya apakah Santa Claus benar-benar pernah hidup?

“Santa Claus” sebenarnya nama yang diberikan kepada St. Nicholas, yang merupakan uskup dari Myra di abad ke-4.

Ia dikenal sebagai orang yang murah hari dan mau membantu siapa saja. Setelah ia meninggal, kisah tentang kemurahhatianya tersebar di seluruh dunia dan ia mulai disebur sebagai “Sinter Klass” di Belanda.

Baca juga: God Ibrahimovic Sebut Dirinya Santa Claus Bagi AC Milan Hingga Kokoh di Puncak Klasemen

Baca juga: Ajak Si Kecil Bertemu Santa Claus Hanya di Tentrem Mall

Baca juga: Cerita 25 Nabi dan Rasul untuk Anak, Kisah Nabi Yusuf AS Dijebloskan Penjara karena Fitnah

Baca juga: Ramalan Zodiak Hari Ini Sabtu 25 Desember 2021, Cancer Khawatir Berlebihan

Selanjutnya, istilah tersebut berubah menjadi “Santa Claus” di Amerika Serikat yang hingga saat ini dikenal seluruh dunia.

Mengapa Santa Claus meninggalkan hadiah?

Pendiri New York Historical Society, John Pintard mengaku bahwa ia sangat tertarik dengan certita St. Nicholas.

Pada pesta ulang tahun St. Nicholas tahun 1810, Alexander Anderson, yaitu kerabat Pintard ditugaskan untuk menggambar sosok St. Nicholas (sebagai tokoh agama dalam gambar ini) yang terlihat meletakkan hadiah di kaus kaki anak-anak yang tergantung dengan perapian. Ini menunjukkan bagaimana St. Nicholas membantu setiap orang yang kemudian dikenal hingga saat ini.

Bagaimana Santa Claus memiliki kereta salju?

Tahun 1822, seseorang yang bernama Clement Moore menambahkan beberapa elemen dari legenda Jerman dan Norwegia. Ia membuat Santa terlihat seperti peri atau malaikat, sehingga ia menambah konsep kereta salju yang ditarik delapan rusa, yang digunakan Santa untuk mengantar hadiah yang dimasukkan ke dalam kaus kaki tergantung dekat perapian. Moore menggunkan konsep ini mengingat orang-orang Skandinavia dan Finlandia yang menarik kereta salju dengan rusa.

Bagaimana dengan pakaian Santa Claus?

Pada abad ke-19, seorang kartunis populer, Thomas Nast, melakukan serangkaian gambar mengenai Santa Claus dalam kegiatan Harper Weekly, dimana unsur-unsur yang menyenangkan harus ditambah dalam sebuah gambar. Ia membayangkan Santa Claus tinggal di Kutub Utara dan memiliki bengkel sendiri untuk membuat mainan yang akan diberi kepada anak-anak. Sebagian besar gambar tentang Santa Claus mengenakan pakaian berbagai warna (merah, ungu, dan lainnya). Namun, Coca Cola melakukan kampanye besar yang menggunakan Santa Claus menggunakan pakaian merah-putih sebagai penikmat produk mereka. Santa pun kemudian terkenal dengan pakaian merah-putihnya ini.

Mengapa Santa penting dalam perayaan Natal?

Meskipun St. Nicholas meninggal pada 6 Desember, namun Santa Claus identik dengan Natal yang digabungkan dengan hari kelahiran Yesus pada 25 Desember. Santa dianggap penting karena ia memiliki kemurahan hati membantu siapa saja yang membutuhkan. Santa menyebar pesan baik, mirip dengan Yesus Kristus, sehingga membuatnya menjadi penting dalam perayaan Natal.

Nah, sekarang kita sudah tahu darimana tradisi Santa Claus berasal. Sebenarnya yang dimaksudkan adalah untuk mengajarkan kepada anak-anak bahwa mereka harus menyebarkan semangat serta bermurah hari kepada siapa saja untuk mendapatkan suka cita. (magforwomen.com)

(*)

Sumber: Tribun Jateng
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved