Rabu, 15 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Purbalingga

Perempuan Penulis Purbalingga Luncurkan Buku Antalogi Puisi "Potret Diri"

Para penulis dalam komunitas 'Perempuan Penulis Purbalingga' kembali meluncurkan sebuah buku Antalogi Puisi yang diberikan judul Potret Diri,

Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: moh anhar
Humas Kominfo Purbalingga
Ketua panitia peluncuran buku, Windu Setiyaningsih dari komunitas Perempuan Penulis Purbalingga saat meluncurkan sebuah buku Antalogi Puisi yang diberikan judul Potret Diri, Minggu (26/12/2021). 

TRIBUNJATENG.COM, PURBALINGGA - Para penulis yang tergabung dalam komunitas 'Perempuan Penulis Purbalingga' kembali meluncurkan sebuah buku Antalogi Puisi yang diberikan judul Potret Diri, Minggu (26/12/2021). 

Buku ini merupakan kumpulan puisi dari 45 perempuan penulis Purbalingga dan kebetulan buku ini merupakan buku yang kedua.

Ketua panitia peluncuran buku, Windu Setiyaningsih mengatakan penulisan buku berawal dari uneg-uneg penulis perempuan di tahun 2020.

Baca juga: Berwisata di Taman Lele Semarang, Alternatif Habiskan Waktu Libur Nataru Bersama Keluarga

Baca juga: 8 Drama di Semifinal Indonesia Vs Singapura, Gol Penyelamat Arhan hingga Asnawi Sujud di Depan Lawan

Baca juga: Kartu Debit Jenis Lama Diblokir, Begini Cara Tarik Saldo BCA Tanpa Kartu ATM

Kemudian terkumpul antologi puisi dari 21 orang perempuan yang pernah lahir dan tinggal di Purbalingga. 

Peluncuran buku pertama dilakukan di Green Sabin dengan judul Ibu-ibu yang diambil dari salah satu judul puisi di buku tersebut.

"Alhamdulillah tahun kedua ini jumlah penulis bertambah dua kali lipat yakni berjumlah 45 penulis perempuan. 

Dan kami optimistis setiap tahunnya akan terus akan melaunching buku Antalogi Puisi," katanya kepada Tribunjateng.com.

Menulis puisi menurut Windu, menulis puisi ibarat mengasah mata hatinya yang mengangkat hal-hal yang luput dari pandangan orang lain. 

Puisi juga merupakan seni yang melatih kepekaan mata batinnya yang berdampak positif, khususnya bagi para guru guna membentuk karakter anak didiknya.

"Aktivitas menulis dilakukan agar perempuan menuangkan ide aktualisasi hak yang pada intinya kesetaraan gender di segala bidang melalui tulisan, kita adalah penghuni kamar bersalin yang menciptakan peradaban. 

Para perempuan diharapkan terus berkarya melalui sentuhan pena, ke depan bukan hanya puisi namun bisa berbentuk cerpen atau geguritan," katanya.

Sedangkan Asisten Pemerintahan dan Kesra, R. Imam Wahyudi mengatakan karya sastra bisa merubah peradaban dunia, seperti bukunya Kalr Mark, Mac Webber atau surat-surat dari RA Kartini yang merubah peradaban wanita khususnya di Indonesia.

"Yang paling mudah dilihat adalah puisi yang singkat padat dan bisa mempengaruhi hati seorang,"tambahnya.

Dengan banyaknya karya sastra yang spontan di grup WA, dan hal ini bisa dikumpulkan menjadi kumpulan buku dengan judul sastra yang terserak di WA atau mengumpulkan kata-kata bijak di medsos yang sering luput dari perhatian. 

Baca juga: Pratama Arhan Cetak Gol Penyelamat Indonesia, Ibunda Berikan Pesan Khusus, Penyemangat di Final

Baca juga: Misteri Kematian Pencuri Tanaman Hias Setelah Diamankan Polisi, Keluarga Lihat Garis Hitam di Leher

"Mudah-mudahan para penulis Purbalingga bisa berkembang lagi bukan hanya puisi saja namun ada prosa liriknya dan lain sebagainya. 

Majulah para penulis perempuan Purbalingga," katanya.

Dalam kesempatan itu juga Imam berkesempatan membacakan puisi dengan judul "Wanita Sederhana". (*)

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved