Breaking News:

Guru Berkarya

Pendekatan Inquiry Mempermudah Siswa Belajar Sejarah

Mata Pelajaran Sejarah memberikan pengetahuan akan periode ruang dan waktu pada lintas zaman.

Editor: abduh imanulhaq
IST
Cipto Heru Winarso SPd MHum, Guru SMAN 1 Sragi Kab. Pekalongan 

Oleh: Cipto Heru Winarso SPd MHum, Guru SMAN 1 Sragi Kab. Pekalongan

PEMBELAJARAN Sejarah sangatlah penting bagi siswa. Mata Pelajaran ini memberikan pengetahuan akan periode ruang dan waktu pada lintas zaman. Dalam struktur pendidikan Kurikulum 2006 (Kurikulum 2013) sejarah Indonesia termasuk dalam struktuk Muatan Nasional. Mata pelajaran  Sejarah Indonesia dinilai merupakan mata pelajaran penting dan strategis untuk mewujudkan generasi penerus yang berwawasan kebangsaan dan global sesuai amanat Undang-Undang Sisdiknas No. 20 Tahun 2003. Masa Pandemi Covid  19 di Indonesia telah  memasuki tahun kedua dari masa pandemi awal.

Aktivitas peserta didik yang seharusnya tatap muka diganti dengan pembelajaran secara virtual. Untuk itu pembelajaran Sejarah Indonesia pada kelas XII SMA Negeri 1 Sragi pada Kompetensi Dasar (KD) 3.8 tentang Peran Bangsa Indonesia Dalam Perdamaian Dunia harus dikemas dengan menarik agar peserta didik tidak merasa boring atau bosan. Salah satu pendekatan pembelajaran yang dapat digunakan yaitu inkuiri (Inquiri).

Menurut Murdokh (2016:14) Pendekatan Inkuiri merupakan metode pembelajaran induktif yang memberikan kesempatan bagi peserta didik agar termotivasi mencari pengetahuan, mengumpulkan, menganalisis, dan mengevaluasi apa yang telah dipelajarinya. Dalam metode pembelajaran ini peserta didik akan melalui beberapa tahapan.

Tahap pertama yaitu Tuning In. Tuning In adalah tahapan dimana peserta didik akan bertanya dan mengidentifikasi masalah serta melakukan pengamatan. Tahap ini juga dikenal sebagai penghubung pengetahuan yang dimiliki dengan pengetahuan baru yang hendak dipelajari (prior knowledge) dan persiapan untuk mencari tahu (find out) dengan menyusun pertanyaan tentang hal-hal yang ingin diketahui.

Tahap selanjutnya adalah Finding Out. Finding Out adalah tahapan dimana peserta didik akan mengumpulkan informasi. Dalam tahap ini pengalaman belajar dibagi menjadi dua yaitu pengalaman belajar secara langsung (direct experiences) dan berbagi pengalaman (shared experience).

Kemudian  tahap selanjutnya yaitu Sorting Out. Pada tahap ini peserta didik akan mengelola informasi yang telah didapatkannya. Tahap ini juga dikenal sebagai proses memilih dan mengorganisasikan informasi yang diperoleh. Selanjutnya peserta didik akan memasuki tahap Going Further. Pada tahap ini peserta didik akan merencanakan dan mengembangkan ide. Tahap ini dikenal sebagai perluasan proses belajar atau melakukan tindak lanjut.

Tahap selanjutnya adalah Reflection (refleksi diri). Pada tahap ini, peserta didik akan memikirkan kembali topik atau materi yang telah dipelajari. Kemudian peserta didik akan membuat koneksi dan mampu mengasosaikan materi yang telah dipelajari sesuai konteks diri maupun lingkungannya. Lalu yang terakhir peserta didik akan menarik kesimpulan. Tahapan terakhir yaitu Taking Action (melaksanakan aksi). Pada tahap ini peserta didik menyusun laporan tugas dan menyampaikan solusi atau rekomendasi terhadap suatu masalah.

Di sini keterlibatan peserta didik sangat diperlukan dimana mereka dapat  belajar dengan aktif dan sebagai pusat pembelajaran (student centre-learning). Guru hanya berperan sebagai fasilitator dan pembimbing, maka pendekatan inkuiri ini menjadi penting untuk dilakukan karena dapat merespon berbagai dinamika global di era abad 21.

Dalam pendekatan inkuiri peserta didik berpeluang untuk membangun banyak pemahaman tentang dunia baik yang natural maupun hal yang telah diubah oleh manusia, karena  pendekatan inkuiri memfokuskan pada “perlu atau ingin tahu”. Sehingga peserta didik dapat mencari resolusi yang sesuai atau tepat untuk pertanyaan dan masalah. Penerapan metode inquiry pada pembelajaran Sejarah Indonesia sangat efektif. Rata rata ketuntasan belajar mencapai 88 persen dari seluruh peserta didik. Sehingga memungkinkan peserta didik untuk menemukan dan menyelesaikan permasalahan dalam pembelajaran dengan cara mereka sendiri. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved