Berita Video
Video Suasana Taman Lele Semarang saat Libur Natal
Obyek Wisata Taman Lele Semarang menjadi alternatif menghabiskan liburan pada momen libur Natal 2021 dan Tahun Baru 2022 (Nataru).
Penulis: Eka Yulianti Fajlin | Editor: abduh imanulhaq
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Berikut ini video suasana Taman Lele Semarang saat Libur Natal.
Obyek Wisata Taman Lele Semarang menjadi alternatif menghabiskan liburan pada momen libur Natal 2021 dan Tahun Baru 2022 (Nataru).
Tempat yang rindang dipenuhi pepohonan serta permainan anak, sangat cocok untuk berlibur bersama keluarga. Selain itu, tiket masuk cukup terjangkau yakni Rp 10.500.
Tak hanya ada aneka permainan anak serta beberapa kolam ikan, Taman Lele juga menyuguhkan fasilitas kolam renang. Untuk bisa bermain air di kolam renang, pengunjung cukup merogoh kocek Rp 7.500.
Pantauan Tribun Jateng, Minggu (26/12/2021), objek wisata milik Pemerintah Kota Semarang ini cukup ramai dikunjungi masyarakat. Mayoritas merupakan pelancong dari lokal Semarangan.
Pengunjung Taman Lele, Kardi mengajak istri, anak, dan cucunya berwisata di Taman Lele. Alasannya memilih Taman Lele untuk berwisata saat Nataru karena harga tiket masuk yang murah.
Suasana tempat wisata ini juga sangat nyaman sehingga membuat anak dan cucunya betah di Taman Lele.
"Di sini hawanya adem, sejuk. Selain itu juga murah," ucapnya.
Cucunya, kata dia, juga senang dengan wahana yang ada. Terlebih, saat ini sudah ada fasilitas kolam renang yang tentunya sangat disukai anak-anak.
"Tadi jalan-jalan ke Jembatan, pindah main lagi. Rencananya ini juga mau berenang," katanya.
Di tengah pandemi ini, dia mengaku, lebih memilih destinasi wisata lokal Semarang saja. Hal ini untuk meminimalisir penyebaran Covid-19.
Sebelumnya, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Semarang, Indriyasari mengatakan, dibatalkannya PPKM Level 3 di semua wilayah dimungkinkan akan terjadi lonjakan pengunjung di sejumlah tempat wisata di Kota Semarang selama Nataru.
Dia meminta seluruh industri wisata melakukan pembatasan pengunjung baik tempat wisata, hotel, restoran, dan tempat hiburan.
Setiap industri wisata perlu mempersiapakn beberapa plan atau rencana mengantisipasi seandainya terjadi lonjakan pengunjung.
Disbudpar juga menyiapkan strategi mengantisipasi terjadinya lonjakan di beberapa titik yang disinyalir terjadi keramaian, misalnya Kota Lama dan Simpanglima. Pihaknya akan berkoordinasi dengan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, kecamatan, kelurahan, dan kepolisian untuk turun pada hari-hari tertentu selama Nataru. (*)
TONTON JUGA DAN SUSBCRIBE :