Breaking News:

Harganya Meroket, Stok Telur Ayam Justru Surplus

Produksi telur ayam hingga akhir tahun ini mencapai 5,15 juta ton, sementara total kebutuhan masyarakat mencapai 4,9 juta ton.

Editor: Vito
(KOMPAS.com / ANDREAS LUKAS ALTOBELI)
ilustrasi - telur ayam 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Di tengah harga telur ayam yang meroket, stok komoditas itu justru tercatat mengalami surplus

Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian (Kementan), Nasrullah menyatakan, sejauh ini tidak ada langkah pengurangan produksi, sekalipun harga telur pernah anjlok beberapa waktu lalu.

"Tidak ada pengurangan pasokan, di hulu produksi cukup," katanya, Selasa (28/12).

Berdasarkan data produksi telur ayam Kementan, produksi telur ayam hingga akhir tahun ini mencapai 5,15 juta ton.

Sementara, total kebutuhan masyarakat mencapai 4,9 juta ton. Dengan kata lain, terdapat surplus sekitar 241,4 ribu ton.

Statistik harga Kementan mencatat, rata-rata harga telur ayam ras di tingkat produsen per 27 Desember 2021 mencapai Rp 24.270 per kg, naik 2,45 persen dari hari sebelumnya sebesar Rp 23.690 per kg.

Harga dari tingkat produsen itu sudah lebih tinggi dari acuan pemerintah sebesar Rp 19 ribu-Rp 21 ribu per kg.

Nasrullah mengungkapkan, pada momen akhir tahun ini, perlu adanya koordinasi yang lebih erat antara pemerintah pusat dan daerah, serta para pemangku kepentingan lain.

"Sesuai arahan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo yang terus mengingatkan kita berkomitmen pada pemenuhan pangan bagi 273 juta rakyat Indonesia adalah prioritas yang harus dipenuhi," tukasnya. (Tribun Network)

Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved