Senin, 4 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Libur Nataru

Jateng akan Catat Kedatangan Pemudik, Ada Micro Lockdown di 5 Provinsi Tujuan Wisata Nataru Ini

Pemerintah memfokuskan penerapan kebijakan micro lockdown di lima provinsi destinasi wisata akhir tahun.

Tayang:
TRIBUNBANYUMAS/Permata Putra Sejati 
Ilustrasi 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG -- Pemerintah memfokuskan penerapan kebijakan micro lockdown di lima provinsi destinasi wisata akhir tahun.

Kebijakan itu diterapkan untuk menangkal penularan Covid-19 varian Omicron.

"Tujuan biasanya berlibur itu Jabar, Jateng, Yogyakarta, Bali, Lombok. Lima daerah ini prioritas kita turunkan tim.

Apakah PPKM Mikro ini jalan? Kalau mikro jalan, bila ada kebijakan lockdown bisa cepat lakukan," kata Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian, dalam jumpa pers di Kantor Kemendagri, Jakarta, Senin (27/12).

Ia mengatakan akan menurunkan tim khusus ke lima daerah itu.

Pemerintah pusat ingin memastikan micro lockdown berjalan dengan baik. Tito menjelaskan penerapan micro lockdown mirip dengan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro.

Penerapan kebijakan itu diserahkan kepada satgas daerah.

Mantan Kapolri menyebut satgas untuk micro lockdown dibentuk hingga tingkat RT. Satgas tersebut berwenang melakukan pengawasan hingga perumusan kebijakan.

"Bila ada kasus di daerah itu, mereka bisa melakukan penutupan atau lockdown di tingkat itu," ujarnya.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan akan melakukan kebijakan micro lockdown.

Pembatasan itu diterapkan guna mencegah penularan Covid-19 varian Omicron.

Kebijakan itu sudah diterapkan di Rumah Sakit Darurat Covid-19 Wisma Atlet Jakarta. Pemerintah menutup sebagian area rumah sakit itu setelah kasus Omicron ditemukan.

Hingga saat ini, Indonesia telah melaporkan 46 kasus Covid-19 varian Omicron. Kasus pertama dilaporkan pada 16 Desember 2021.

Saat itu, seorang petugas kebersihan RSDC Wisma Atlet Jakarta tertular virus Corona varian baru itu.

Di sisi lain, Pemprov Jateng mengimbau masyarakat tidak melakukan mudik saat pergantian tahun baru 2022 mengingat kondisi yang masih dalam masa Pandemi Covid-19.

Namun, apabila masyarakat memaksakan diri untuk mudik, pemerintah akan melakukan pendataan sesampainya mereka di kampung halaman.

Hal tersebut disampaikan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo saat memimpin rapat evaluasi Covid-19 yang diikuti secara virtual oleh seluruh Kabupaten Kota yang ada di Jawa Tengah.

Ganjar menginstruksikan kepada seluruh jajaran hingga RT/RW yang warganya datang dari perantauan untuk dicatat dan dipantau.

Pencatatan meliputi dari mana mereka melakukan perjalanan, sudahkah mereka mendapatkan vaksinasi serta alamat tempat tinggal.

"Saya imbau masyarakat tidak melakukan mudik. Tapi kalau masyarakat tetap memaksa mudik, maka akan didata atau dicatat mulai dari rekam perjalanan hingga vaksinasi," katanya sebagaimana dalam rilis.

Ganjar menambahkan, arah masuk Provinsi Jawa Tengah baik dari barat (Jakarta) maupun timur (Surabaya) akan dilakukan penyekatan.

Hal tersebut menurut Ganjar untuk meminimalisir penyebaran Covid-19 khususnya varian Omicron.

Selain itu, Ganjar Pranowo meminta Bupati/Wali Kota mengawasi dengan ketat destinasi wisata di daerah masing-masing. Sebab diprediksi, akan terjadi lonjakan wisatawan saat libur tahun baru, akhir pekan ini.

"Sekarang yang harus diawasi adalah tempat-tempat wisata, karena anak-anak libur sekolah dan diprediksi mereka kemungkinan akan ramai-ramai ke wisata.

Maka saya minta teman-teman Kabupaten/Kota untuk melakukan pengawasan ketat," kataGanjarditemui usai mempimpin rapat koordinasi penanganan Covid-19 di rumah dinasnya, Senin (27/12).

Ganjarmenerangkan, aturan-aturan libur tahun baru sudah ditetapkan. Ada Inmendagri baru yang mengatur terkait hal itu, termasuk pengawasan ketat, testing, tracing dan lainnya.

"Maka seminggu ini kita harus siaga penuh. Pariwisata kita kontrol, Satpol PP kita minta keliling untuk terus mengingatkan," tegasnya.

Kepada para pengelola obyek wisata,Ganjarjuga mengingatkan untuk ketat menerapkan protokol kesehatan. Aturan yang sudah ada, semua harus dipatuhi.

Sementara itu, Sekda Provinsi Jateng, Sumarno menerangkan, total ada 690 destinasi wisata di Jawa Tengah. Dari jumlah itu, sebanyak 674 destinasi wisata menyatakan akan buka pada libur tahun baru nanti.

"Sementara hanya ada 16 destinasi wisata yang akan tutup.

Maka prokes harus benar-benar ketat. Pastikan semua pengunjung menggunakan masker dan masuk menggunakan aplikasi PeduliLindungi," katanya. (jti/nal/cnn)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved