Breaking News:

Liputan Khusus

LIputan Khusus: Angka Pengangguran di Kudus Turun Jadi 3,7%, Inilah Cara Hartopo Entaskan Kemiskinan

Angka kemiskinan di Kabupaten Kudus pada 2021 sebesar 7,60 persen atau 67,06 ribu orang.

Penulis: Rifqi Gozali | Editor: Catur waskito Edy
TRIBUN JATENG/RAKA F PUJANGGA
Bupati Kudus HM Hartopo 

TRIBUNJATENG.CIM, SEMARANG -- Angka kemiskinan di Kabupaten Kudus pada 2021 sebesar 7,60 persen atau 67,06 ribu orang.

Angka ini meningkat dibanding tahun 2020 sebesar 7,31 persen atau 64,24 ribu orang.

"Angka kemiskinan ini naik hampir di setiap daerah karena faktor pandemi Covid-19," ujar Kepala BPS Kudus, Rahmadi Agus.

Rahmadi mengatakan, persentase kenaikan angka kemiskinan di Kudus dari 2020 ke 2021 sebanyak 0,29 persen.

Sedangkan indikator untuk menghitung kemiskinan yakni menggunakan tolok ukur garis kemiskinan.

"Garis kemiskinan ini digunakan suatu batas untuk mengelompokkan penduduk menjadi miskin atau tidak miskin," kata dia.

Garis kemiskinan sendiri, kata dia, dari 2020 ke 2021 juga mengalami kenaikan. Pada 2020, garis kemiskinan di Kudus yakni sebesar Rp 429.666 per kapita per tahun.

Sementara untuk tahun 2021 garis kemiskinannya yakni sebesar Rp 450.992 per kapita per tahun.

"Garis kemiskinan ini terdiri atas dua komponen, makanan dan nonmakanan. Kalau ada kenaikan harga, otomatis garis kemiskinan juga naik," kata dia.

Dengan adanya tolok ukur berupa angka garis kemiskinan, maka dengan pendekatan ini warga yang tidak mampu memenuhi kebutuhan dasar makanan dan nonmakanan secara ekonomi sesuai standar garis kemiskinan, maka disebut miskin.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved