Breaking News:

Guru Berkarya

Media WAG Mempermudah Pembelajaran Kenali Berbagai Rasa

Indonesia turut merasakan dampak dari munculnya Covid 19 pada semua aspek dan lini kehidupan termasuk bidang pendidikan.

Editor: abduh imanulhaq
IST
Suswinarni SPd, Guru TK Pertiwi 02 Tegalsari Timur Kec Ampelgading Kab Pemalang 

Oleh: Suswinarni SPd, Guru TK Pertiwi 02 Tegalsari Timur Kec Ampelgading Kab Pemalang

INDONESIA turut merasakan dampak dari munculnya Covid 19 pada semua aspek dan lini kehidupan termasuk bidang pendidikan. Salah satu dampak perubahan yang dapat dirasakan bersama yakni pola pendidikan yang berubah pada semua lembaga pendidikan terutama Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Pola pembelajaran tatap muka didalam ruang kelas, mendadak berganti dengan pola pembelajaran jarak jauh (PJJ) dan dilaksanakan secara online yang disebut dengan pembelajaran daring termasuk yang terjadi TK Pertiwi 02 Tegalsari Timur Kecamatan Ampelgading Kabupaten Pemalang.

Pada pembelajaran daring seorang pendidik PAUD dituntut untuk menguasai teknologi sebagai media dalam melakukan pembelajaran. Hal ini dilakukan agar interaksi antara guru dan anak didik tetap berlangsung. Pelaksanaan pembelajaran PAUD juga diharapkan mampu memberikan pembelajaran yang tepat dan menarik. Kemampuan nilai moral agama, kognitif, bahasa, fisik motorik dan seni pada diri anak didik juga diharapkan dapat berkembang.

Anak didik akan lebih banyak memiliki kesempatan bereksplorasi terhadap benda-benda atau makhluk hidup yang ada di sekitar rumah. Arahan guru serta kerja sama dengan orang tua anak didik sangat menentukan keberhasilan proses pembelajaran daring yang berkualitas. Salah satu pembelajaran daring yang menarik dan mengembangkan kemampuan kelima indera anak didik adalah melalui bermain sains. Sukamto, dkk. yang dikutip oleh Sitiatava Rizema Putra (2013: 40) menyatakan bahwa sains merupakan cara mencari tahu tentang alam secara sistematis untuk menguasai pengetahuan, fakta-fakta, konsep-konsep, prinsip-prinsip, proses penemuan, dan memiliki sikap.

Dalam melakukan pembelajaran sains, guru PAUD diharapkan mampu mendorong anak didik menggunakan inderanya untuk mengamati benda-benda serta peristiwa alam yang terjadi dalam keseharian mereka. Salah satu contoh yang mudah dalam bermain sains bagi anak usia dini adalah bermain sambil mengenal rasa. Bermain mengenal rasa memberi kesempatan anak memiliki pengalaman tentang rasa, bau, tekstur (kasar halus) melalui inderanya.

Melalui Bermain mengenal Rasa anak diajak untuk bereksplorasi dan bereksperimen dengan cara melihat, meraba, membau serta merasakan sesuatu secara nyata. Sebagai langkah persiapan guru memberikan arahan serta motivasi kepada anak didik serta orang tua melalui media online yaitu grup WhatsApp.

Guru memberikan berbagai alternatif benda-benda di rumah yang dapat digunakan sebagai obyek eksplorasi, seperti gula, kopi, garam, lada bubuk, saos, dan aneka bumbu dapur. Anak didik dan orang tua dapat memilih kemudian menyiapkan bahan yan akan dijadikan eksperimen. Aneka bahan diletakkan di hadapan anak didik. Anak didik kemudian dipersilakan untuk memegang, mencium dan mencicipi bahan-bahan tersebut satu persatu. Anak didik diminta menyampaikan pengalamannya tentang rasa, bau dan tekstur dari bahan-bahan tersebut.

Saat anak didik melakukan eksplorasi terhadap benda-benda yang ada di depan mereka orang tua dapat merekam gambar atau audio dan hasil dari rekaman tersebut dapat dikirim melalui google classroom ataupun melalui whatsapp. Agar hasil lebih maksimal sebaiknya guru memberikan kelonggaran waktu lebih lama agar anak bersama orang tua dapat melakukan eksplorasi di waktu yang mereka inginkan.

Setelah melihat video atau mendengar cerita anak tentang pengalamannya mengenal tekstur, rasa dan bau guru dapat melakukan evaluasi, melakukan bimbingan dan mengapresiasi tugas yang telah dilakukan anak. Melalui bermain sains mengenal rasa penulis menemukan bahwa bermain sains itu sangat mengasyikkan sebagai proses pembelajaran. Anak didik dapat melakukannya di rumah.

Anak belajar bereksperimen dan berbagi cerita tentang pengalamannya. Proses pembelajaran seperti ini ternyata sangat berdampak bagi hasil pembelajaran. anak didik terlihat sangat antusias mengikuti setiap tahapan pembelajaran. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved