Selasa, 14 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Semarang

Meriahkan Natal, Sanggar Greget Semarang Sajikan 6 Tari, Gambarkan Kebesaran Pencipta

Keenam tari karya Sanggat Greget Semarang tersebut adalah Tari Bebek, Tari Keong, Tari Angsa, Tari Belalang, Tari Tri Mastuti, serta Tari Mahendra Kri

Editor: m nur huda
Istimewa
Sebagai bentuk upaya memeriahkan Natal 2021, Sanggat Greget Semarang menyajikan enam tari. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG – Sebagai bentuk upaya memeriahkan Natal 2021, Sanggat Greget Semarang menyajikan enam tari.

Keenam tari karya Sanggar Greget Semarang tersebut adalah Tari Bebek, Tari Keong, Tari Angsa, Tari Belalang, Tari Tri Mastuti, serta Tari Mahendra Krida.

Sanjian untuk memeriahkan Natal ini diunggah di kanal Youtube ‘Sanggar Greget’, Sabtu (25/12/2021).

Pengasuh Sanggar Greget, Yoyok Bambang Priyambodo menuturkan, secara garis besar, rentetan tarian tersebut menggambarkan mengenai kebesaran Sang Pencipta.

“Dunia ini tidak hanya dihuni manusia saja, tumbuhan dan hewan. Hewan kecil sekalipun, seperti keong dan belalang. Karena itu, di Natal ini, kita bisa kembali untuk saling peduli dengan kasih sayang,” ucapnya melalui keterangan tertulisnya.

Nilai-nilai tanggung jawab yang menjadi salah satu momen Natal, digambarkan lewat Tari Mahendra Krida.

Ketua sekaligus pelatih Sanggar Greget Semarang, Sangghita Anjali menjelaskan, Tari Mahendra Krida merupakan susunan pengembangan tari kreasi tradisi gaya Surakarta dan Yogyakarta yang dikembangkan menjadi gerak pesisiran bentuk putra gagah, bertanggung jawab, serta penuh dedikasi.

“Natal bisa jadi momen refleksi. Sejauh mana kita bertanggung jawab kepada sesama. Semoga momen Natal ini bisa membawa kita menjadi pribadi yang lebih baik, lebih perkasa menghadapi tantangan,” katanya.

Sementara, Tari Trimastuti, lanjut Anjali, bercerita mengenai sosok gadis Jawa yang selalu Mastuti.

“Tri artinya anak ketiga, sedangkan Mastuti berarti menuruti dan taat arahan orang tua. Rajin belajar, tekun beribadah. Intinya menjadi gadis seperti yang diharapkan orang tua, guru bangsa, dan negara,” jelas Anjali.(*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved