Breaking News:

Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Pengabdian Masyarakat, Dosen UMP Purwokerto Garap Jahe Emprit

Tim Dosen Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) melaksanakan Program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM).

Editor: abduh imanulhaq
UMP PURWOKERTO
Program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Tim Dosen Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) di Desa Margasana, Kecamatan Jatilawang, Kabupaten Banyumas. 

TRIBUNJATENG.COM, PURWOKERTO - Tim Dosen Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) melaksanakan Program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) yang dibiayai Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi tahun anggaran 2021.

Tim yang terdiri dari dosen Fakultas Farmasi, Fakultas Pertanian dan Perikanan, Fakultas Ekonomi, dan Fakultas Kedokteran melakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan topik “Produksi dan Pemasaran Granul Instan Jahe Emprit : Upaya Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Desa Margasana, Kecamatan Jatilawang, Kabupaten Banyumas”.

Ketua tim Dr. apt. Retno Wahyuningrum, M.Si mengatakan, pengabdian yang dilakukan ini bertujuan untuk meningkatkan pemberdayaan ekonomi masyarakat di desa Margasana.

“Desa Margasana merupakan desa binaan Fakultas Farmasi UMP yang terletak di Kecamatan Jatilawang, Kabupaten Banyumas. Desa ini memiliki luas 182.535 Ha dengan jumlah penduduk 2.100. Dengan luas tersebut, Margasana memiliki potensi besar di bidang pertanian untuk budidaya berbagai jenis tanaman, termasuk tanaman obat,” jelasnya, Selasa (28/12/2021)

Dia mengatakan, jahe emprit merupakan salah satu komoditi hasil pertanian yang minoritas di Desa Margasana.

Hal tersebut dikarenakan nilai jual jahe emprit dalam bentuk utuh kurang menguntungkan dibandingkan komoditi pertanian yang lain.

“Daya simpan jahe tidak lama dan harganya naik turun. Padahal jahe emprit merupakan salah satu tanaman obat yang memiliki banyak khasiat, antara lain sebagai campuran obat tradisional terutama sebagai karminatif dan stimulan, penambah nafsu makan, tonik lambung, peluruh dahak, peluruh haid, pencegah mual, penurun tekanan darah, menghilangkan lelah, meningkatkan stamina, dan mencegah infeksi pada luka,” jelasnya.

Dengan pelatihan pengolahan jahe emprit menjadi bentuk sediaan atau formula produk olahan, yaitu granul instan maka manfaat dan nilai jual dari jahe emprit akan meningkat.

“Dengan terbentuknya usaha pembuatan produk olahan jahe dan kapulaga ini, diharapkan dapat meningkatkan ekonomi masyarakat di desa Margasana kecamatan Jatilawang kabupaten Banyumas,” katanya.

Dalam rangka menjalankan program, tim menggandeng mitra yaitu Tim Penggerak PKK Desa Margasana, kelompok tani, dan juga kelompok karang taruna.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved