Berita Video
Video Jelajah Alas Roban yang Terkenal Angker Naik Jip Offroad
Alas Roban yang dulu dikenal angker bagi pengendara sekarang justru punya daya tarik wisata luar biasa.
Penulis: dina indriani | Editor: abduh imanulhaq
TRIBUNJATENG.COM -- Berikut ini video jelajah Alas Roban yang terkenal angker naik jip offroad.
Alas Roban yang dulu dikenal angker bagi pengendara sekarang justru punya daya tarik wisata luar biasa.
Penyuka offroad ekstrem maupun fun pasti akan ketagihan mencoba susuri indahnya panorama Alas Roban. Penasaran?
Jalur Alas Roban mungkin sudah tidak asing lagi bagi masyarakat Indonesia. Saking kondangnya, lintasan nanjak dan berkelok-kelok di Kabupaten Batang ini dulu ditandai sebagai jalur paling sulit di Pantura.
Tapi kini sudah ada jalan tol dan jalan alternatif di Gringsing yang lebih landai sehingga kendaraan jarang mogok atau macet di lokasi tersebut.
Sekarang Alas Roban kembali terkenal tapi bukan karena lintasannya yang "angker".
Melainkan potensi wisata ekstrem susur hutan menjadi daya tarik tersendiri. Jeep Roban Community melirik potensi itu dengan mengembangkan paket wisata ekstrem susur hutan.
Para wisatawan akan disuguhkan pemandangan alam hutan jati dan karet dengan menaiki mobil Offroad yang menantang adrenalin. Keasyikan fun offroad pun mulai nampak, ketika mobil dengan mesin 4x4 mulai dihidupkan.
Deru meraung suara keras knalpotnya terdengar saat melintas perbukitan. Bahkan tak hanya medan perbukitan, kendaraan off road juga melintasi hutan karet di wilayah Kecamatan Subah, Banyuputih. Dalam perjalanan panorama alam berupa perbukitan yang disuguhkan sangat memukau.
Bukit Sri Gunung
Rute yang diambil di mulai dari Desa Subah menuju objek wisata bukit Srigunung dilanjutkan menyusuri perbukitan menuju bukit Si Kuping Desa Kedawung kecamatan Banyuputih untuk melihat kawasan Industri Batang (KITB) yang lagi proses pembangunan.
Perjalanan dengan jarak tempuh kurang lebih 10 kilometer, pengunjung juga bisa melihat langsung panen madu dan bisa minum di bawah hutan karet milik PT Perkebunan Nusantara 9 Desa Kedawung.
Lalu, trip terakhir pengunjung dibawa menuju pantai Kuripan Subah yang dipenuhi cemara lautnya. Setelah itu, kembali menuju Kafe Kucingan Desa Subah.
Keseruan itu pun dirasakan Hj Raja'i, bersama teman-temannya dari komunitas Grup Jalan Sehat (GJS) saat offroad menyusuri Alas Roban.
Raja'i pun mengaku ketagihan dan ingin mencoba kembali. "Asyik sekali tadi seru, walaupun agak seram tapi keren, dan bikin nagih nanti next mau lagi jelajah Alas Roban," tutur Hj Raja,i, Minggu (26/12/2021).
Ia pun tak merasa khawatir dengan perjalanan yang cukup ekstrem menempuh jalan tanah, lumpur, pasir, sungai, atau batuan yang masih dalam kondisi alami. Dia percaya dengan para driver offroader yang profesional.
"Memang kita sempat teriak-teriak karena turunan dan perbukitannya terjal, tapi kita percaya saja sama driver offrodernya," ujarnya.
Dewan Penasehat Roban Jeep Community, Nur Faizin mengatakan,wisata offroad jelajah Alas Roban yang digagas oleh Roban Jeep Community baru dilaunching dua minggu yang lalu oleh Wakil Bupati Batang Suyono.
"Alhamdulillah hari ini kita ada 8 kelompok dari Puskesmas Kecamatan Subah yang siap eksplor menggali keindahan panorama Alas Roban," ujarnya.
Politisi PPP itu juga mengatakan, Roban Jeep Comunity siap mempromosikan potensi wisata yang ada di Kabupaten Batang, khususnya bukit Sri Gunung, petik madu, kebon jeruk dan pantai Kuripan.
"Harapan kita banyak warga dari luar Batang bisa tertarik ekplor wisata, kita tidak usah jauh-jauh ke Merapi dan Gunung Kidul, cukup di Batang panoramanya tidak kalah dan sekaligus menghidupkan UMKM lokalnya," jelasnya.
Ketua Jeep Roban Community, Setiadi (45) menyebut anggotanya mencapai 25 orang atau Jeep. Wisata jelajah gagasan komunitasnya itu hanya melayani di akhir pekan.
"Untuk sementara weekend dulu. Basecampnya di warung makan Kucingan, desa Subah, belakang kantor Polsek Subah," jelasnya.
Untuk bisa menikmati Wisata Offroad jelajah Alas Roban ini, para wisatawan jalur fun satu mobil cukup menyiapkan uang Rp 600.000 untuk tiga orang. Untuk jalur ekstrim wisatawan bayar Rp 1 Juta.
Protokol kesehatan tetap diterapkan oleh pengelola wisata dengan mewajibkan wisatawan memakai masker, menjaga jarak serta mencuci tangan.
"Kita memang memiliki dua jalur yaitu ekstrim dan fun, sementara kita hanya buka di akhir pekan atau seminggu sekali untuk Sabtu dan Minggu," pungkasnya. (Dina Indriani)
TONTON JUGA DAN SUBSCRIBE: