Breaking News:

Berita Kudus

50 Hektare Lahan Pertanian di Kudus Gagal Panen Karena‎ Curah Hujan Tinggi‎

Curah hujan tinggi menyebabkan 50 hektare lahan pertanian  gagal panen (puso) pada penghujung tahun ini, di Desa Wonosoco, Kecamatan Undaan, Kudus.

Penulis: raka f pujangga | Editor: moh anhar
TRIBUN JATENG/RAKA F PUJANGGA
‎Bupati Kudus saat panen raya kacang ijo di Larikrejo, Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus, Rabu (29/12/2021). 

TRIBUNJATENG.COM, KUDUS - Curah hujan tinggi menyebabkan 50 hektare lahan pertanian  gagal panen (puso) pada penghujung tahun ini, di Desa Wonosoco, Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus, Rabu (29/12/2021).

Kasi Tanaman Pangan Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kudus, ‎Arin Nikmah menyampaikan, telah melakukan pengajuan klaim asuransi usaha tani padi (AUTP) terhadap 50 hektare lahan tersebut.

"Ini baru proses pengajuan ya, belum ada pencairan," ujar dia.

Menurut dia, total nilai klaim untuk lahan puso tersebut mencapai Rp 150 juta. Setiap hektarenya mendapatkan penggantian maksimal Rp 6‎ juta.

Baca juga: DPRD Kota Semarang Sayangkan Beberapa Proyek Pemkot Tak Selesai Hingga Akhir Tahun 2021

Baca juga: Harta Kekayaan Johan Wahyudi Selama Dipenjara Makin Bertambah, Polisi Baru Tahu Penyebabnya

Baca juga: Terpergok Berduaan di Kos-kosan, Warga Pati Digrebek Warga Bawu Jepara

Kendati demikian, nilai klaim terkadang tidak sama dengan nilai pengajuan karena melihat verifikasi dari pihak asuransi.

"Nilai klaimnya melihat verifikasi dari Jasindo dan petugas‎," ucap dia.

Selain puso, pihaknya juga mencatat terdapat tanaman pangan yang tergenang air seluas 285 hektare dari Desa Wonosoco 255 hektare dan Desa Berugenjang 30 hektare.

Sebanyak 50 hektare lahan gaga panen, sedangkan 235 ‎hektare lainnya masih bisa meanjutkan pertanaman.

"‎Untuk lahan tergenang, kami mengajukan benih bantuan, sementara yang masuk ada sekitar 50 Ha," ujar dia.

Baca juga: Ini Daftar Negara yang Pernah Raih Trofi Piala AFF, Indonesia Belum Masuk Grup WA Para Juara

Baca juga: Konsumsi BBM Melonjak 8,5 Persen Selama Libur Natal di Wilayah Eks-Karesidenan Pati

Atas banjir itu, pihaknya juga tidak bisa meminjamkan pompa karena lokasi yang jauh dari area pembuangan.

"Lokasinya tidak ada area pembuangan jadi belum bisa digunakan sebagai langkah pengendalian," kata dia.

Menurutnya, kondisi wilayah dengan geografis cekungan dan tidak ada saluran pembuangan membuat langkah penyedotan air sulit dilakukan.

"Terpaksa saat ini hanya bisa menunggu kondisi alam agar genangan dapat segera surut," ujar dia. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved