Breaking News:

Guru Berkarya

Asyiknya Belajar Pecahan dengan Metode STAD

Guru merupakan pemegang kunci dari suatu pembelajaran dan bertanggung jawab sebagai penyampai materi di kelas.

Editor: abduh imanulhaq
IST
Yulina Wijayanti SPd, Guru SDN 01 Asemdoyong Taman Pemalang 

Oleh: Yulina Wijayanti SPd, Guru SDN 01 Asemdoyong Taman Pemalang

GURU merupakan pemegang kunci dari suatu pembelajaran dan bertanggung jawab sebagai penyampai materi di kelas. Pada masa sekarang ini, guru sudah mulai dikurangi intensitas aktivitasnya. Guru diminta lebih fokus sebagai penyedia sumber materi dan menemukan potensi bakat siswa yang masih terpendam. Di samping itu, siswa diharuskan berperan aktif dalam aktivitas pembelajaran. Ini merupakan tindak lanjut agar siswa memiliki karakter yang kuat dan kreatif dalam kehidupan.

Untuk mewujudkan pembelajaran yang membangkitkan keaktifan dan penasaran siswa, guru perlu berjuang sendiri sebagaimana dialami oleh penulis sebagai guru pada kelas empat di SDN 01 Asemdoyong Taman Pemalang.  Guru masih menjumpai siswa yang kesulitan dalam memahami pengetahuan yang disampaikan, bahkan siswa cenderung pasif dan bosan. Hal ini menjadi pemikiran penulis dalam mewujudkan pembelajaran yang menarik.

Penulis menggunakan metode STAD dalam pembelajaran materi pecahan kelas 4. Kompetensi dasar pada pembelajaran materi pecahan ini memuat menjelaskan pecahan-pecahan senilai dengan gambar dan model konkret dan mengindetifikasi pecahan-pecahan senilai dengan gambar dan model konkret. Indikator capaian pembelajarannya siswa dapat menyebutkan unsur-unsur pecahan serta siswa dapat menunjukkan bentuk pecahan dari suatu gambar atau model konkret.

STAD atau Student Team Achievement Divisions adalah model pembelajaran paling mudah dan simpel pada tipe kooperatif. Menurut Trianto (2017:68) Student Team Achievement Division (STAD) merupakan salah satu model dari pembelajaran kooperatif yang menggunakan kelompok-kelompok kecil dengan jumlah anggota tiap kelompok 4-5 peserta didik secara heterogen.

Ada beberapa langkah Model Pembelajaran STAD pada pembelajaran materi pecahan di SD Negeri 01 Asemdoyong Taman Pemalang. Pertama, guru melakukan apersepsi dan memotivasi. Kemudian, melakukan presentasi tujuan. Penyampaian materi di kelas adalah penjelasan materi yang dilaksanakan guru dengan metode ceramah, di mana guru akan menggunakan lisan dan teks. Ini berpusat pada teori dan konsep pecahan pada mata pelajaran matematika. 

Lalu, guru membuat grup belajar (Teams). Grup belajar yakni komponen paling penting dalam model STAD. Grup belajar dituntut untuk proaktif agar setiap anggota dapat berkembang dan memahami materi secara solid. Ini bertujuan agar pada sesi kuis setiap siswa mampu menjawab dengan benar dan berjalan dengan lancar. Kemudian, guru memberikan tes dan kuis. 

Sesudah melakukan presentasi kelas, Guru akan membentuk grup belajar untuk siswa sebagai sarana untuk pendalaman materi. Selanjutnya siswa akan memasuki sesi kuis secara mandiri. Sebelum memberikan kuis kepada siswa, guru akan menjelaskan bahwa kuis mandiri merupakan poin yang bisa dicapai siswa yang nantinya akan dijumlahkan.

Jadi setiap kuis yang dilakukan siswa sangat bermakna bagi kesuksesan suatu grup untuk menang. Selanjutnya, guru memberikan poin penghargaan individual. Penghargaan sangat berguna untuk memberi motivasi siswa agar dapatkan hasil yang maksimal dan bisa untuk evaluasi belajar dari hasil sebelumnya. Poin akan dihitung berlandaskan pada nilai kuis. Kemudian, memberikan penghargaan Grup. Setiap grup akan diberi sebuah penghargaan bila bisa melampaui standar tertentu yang sudah ditetapkan. Penghargaan ditetapkan berdasarkan kebijakan bersama atau bisa hal lain sesuai inisiatif dan kreativitas guru.

Penggunaan Model STAD yang penulis praktekkan ini mampu meningkatkan hasil belajar siswa dan cakupan peningkatan bisa dilihat pada nilai kuis. Siswa juga mampu memotivasi diri dalam belajar, luwes dalam bersosial, meningkatkan hubungan setiap siswa dalam satu kelas serta menambah kehalusan perasaan mampu membina jalinan persahabatan dengan baik. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved