Breaking News:

Guru Berkarya

Menangkal Hoaks dengan Menumbuhkan Kecerdasan Literasi

Di era informasi seperti mencari informasi adalah perkara mudah, tetapi yang sulit adalah memilih dan mengolahnya sehingga menjadi informasi bernilai.

Editor: abduh imanulhaq
IST
Siti Rohmaning Dyah A SPd, Guru SDN Ngoresan Jebres Surakarta 

Oleh: Siti Rohmaning Dyah A SPd, Guru SDN Ngoresan Jebres Surakarta

DI ERA informasi ini mencari informasi adalah perkara mudah, tetapi yang sulit adalah memilih dan mengolahnya sehingga menjadi informasi yang bernilai. Era ini membawa dampak positif dan dampak negatif. Salah satu dampak negatif yang muncul adalah maraknya fenomena hoaks yang akhir-akhir ini meresahkan masyarakat. Hal ini diperparah dengan mudahnya jari-jari kita meneruskan informasi tersebut lewat media sosial.

Banyak orang terjebak untuk memperoleh banyak informasi yang kadangkala informasi tersebut tidak penting. Hal ini diperparah dengan kurangnya pemahaman seseorang tentang perlunya mengidentifikasi kebenaran suatu informasi.  Adler (2011:14) mengatakan bahwa yang disebut belajar adalah memahami lebih banyak informasi, bukanlah mengingat lebih banyak informasi.

Maraknya hoaks bisa disebabkan karena rendahnya kecerdasan literasi. Secara implisit kecerdasan literasi merupakan kecerdasan yang berkaitan dengan beberapa jenis kecerdasan yang disebutkan oleh Gardner. Kecerdasan literasi berkaitan dengan kecerdasan linguistik, kecerdasan intrapribadi, kecerdasan antarpribadi. Kecerdasan literasi merupakan kecerdasan dalam taraf keterampilan membaca dan menyimpulkan suatu bacaan dengan tidak mudah mempercayai begitu saja informasi atau berita yang telah dibaca.

Literasi tidaklah hanya semata-mata buku, tetapi terkait erat dengan kehidupan. Hal yang diperbincangkan dalam literasi memiliki dimensi luas. Bukan hanya terkait komunitas literasi atau penerbitan buku, melainkan berhubungan pula dengan perubahan sosial dalam kehidupan masyarakat. Literasi mempengaruhi kecerdasan seseorang. Bukan hanya melek huruf, melainkan melek persoalan kehidupan.

Kecerdasan literasi dapat dilatih dan dikembangkan sejak dini baik di rumah maupun di sekolah. Kunci utama dari kecerdasan ini adalah dengan memperbanyak membaca buku baik buku bacaan fiksi, non fiksi, maupun media berita yang telah terpercaya. Dalam menanggapi sebuah isi berita pun tidak bisa jika hanya mengandalkan satu sumber berita saja, melainkan harus dibandingkan dengan berita yang sama yang diambil dari sumber lain.

Lalu, bagaimana cara menumbuhkan kecerdasan literasi pada anak dari rumah? Pertama, rancanglah kegiatan membaca dan menulis dalam nuansa yang rekreatif dan melibatkan orang tua. Ketika anak-anak belajar dari rumah, suasana harus dikondisikan untuk mendukung minat membaca dan menulis anak. Di sini, komunikasi antara guru dengan orangtua harus tetap dibangun meski tidak melalui pertemuan-pertemuan tatap muka. Lewat komunikasi itu, guru bisa menyarankan daftar bacaan yang bisa dikonsumsi anak dengan bantuan dan pengawasan orangtua.

Kedua, orangtua perlu “menjauhkan” anak-anak dari hal-hal lain yang berpotensi mendistraksi. Aturlah jadwal anak dalam bergawai, bergame online, bahkan dalam menyimak acara televisi secara bijak dan selektif. Ketiga, berikan kepada anak buku-buku yang sesuai dengan minat dan kemampuannya. Intinya, jangan dulu menjadikan membaca sebagai sebuah beban bagi anak dengan memberikan buku-buku yang terlalu sulit dicerna.

Keempat, ajak anak untuk produktif menulis. Mintalah anak untuk menuliskan resensi buku secara singkat yang berisi simpulan dan pesan moral dari setiap bacaan yang dikonsumsi. Bila perlu, orangtua bisa membantu anak mempublikasikan tulisannya melalui medium blog yang dapat dengan mudah dibuat di masa kini. Diharapkan, dengan tulisan mereka dibaca dan diapresiasi banyak orang, anak-anak menjadi kian bersemangat untuk membuat tulisan berikutnya. Bagi guru, tulisan-tulisan itu dapat dipertimbangkan sebagai poin penilaian untuk para siswa selama kegiatan belajar dipindahkan ke rumah.

Dengan pembiasakan ini, kita punya harapan di masa mendatang dapat memiliki generasi yang memiliki bekal kecerdasan literasi. Keceerdasan literasi membuat seseorang mampu memilih dan mengolah informasi menjadi lebih bernilai, serta memunculkan pertanyaan kritis pada satu berita atau kabar yang belum tentu kebenarannya. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved