Berita Semarang

Pekerja Perempuan Semarang Meninggal di Pabrik, Sering Dicekoki Minuman Energi

Ia meninggal dunia saat bekerja di shift malam bagian pemotong atau cutting di sebuah pabrik garmen terkemuka, Rabu (22/12/2021) sekira pukul 01.05.

Penulis: iwan Arifianto | Editor: m nur huda
Dok. Polrestabes Semarang.
Perempuan pekerja pabrik garmen meninggal dunia saat bekerja di shift malam, di Kota Semarang, Rabu (22/12/2021). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Perempuan berinisial MA usia 40 tahun pekerja pabrik garmen meninggal dunia saat bekerja.

Ia meninggal dunia saat bekerja di shift malam bagian pemotong atau cutting di sebuah pabrik garmen terkemuka, Rabu (22/12/2021) sekira pukul 01.05.

Lokasi pabrik di Kawasan Industri BSB, Jatibarang, Mijen.

Perempuan warga Mijen itu nyawanya tak tertolong selepas dibawa ke RS Permata Medika, Ngaliyan.

Menanggapi kejadian tersebut, Yayasan Annisa Swasti (Yasanti) sangat menyayangkan kejadian itu.

Lembaga yang berfokus terhadap pemberdayaan perempuan pekerja itu menilai, kejadian itu menunjukan perusahaan tak dapat memenuhi hak-hak pekerja perempuan.

"Seharusnya perusahaan memenuhi hak-hak pekerja perempuan jika harus bekerja shift malam," terang Koordinator Divisi Advokasi dan pengorganisasian¬† Yasanti Rima Astuti saat dihubungi Tribunjateng.com, Selasa (28/12/2021).

Dikutip dari Kepmenakertrans nomor 224/Men/2003, tentang kewajiban pengusaha yang memperkerjakan pekerja perempuan antara pukul 23.00 sampai 07.00 menyebutkan, ada tiga hak bagi pekerja perempuan saat bekerja shift malam.

Tiga hal itu berupa mendapatkan makanan dan minuman bergizi, mendapatkan keamanan, dan mendapatkan angkutan antar jemput.

Rincian, mendapatkan makanan dan minuman bergizi meliputi, makanan dan minuman tersebut sekurang-kurangnya memenuhi 1.400 kalori yang diberikan pada waktu jam istirahat antara jam kerja.

Kemudian, makanan dan minuman, peralatan, dan ruang makan harus layak serta memenuhi syarat kebersihan dan sanitasi.

Penyajian makanan dan minuman yang diberikan kepada buruh perempuan harus secara bervariasi dan lainnya.

Soal keamanan, ada petugas keamanan di tempat kerja dan ada kamar mandi atau WC dengan penerangan yang memadai serta terpisah antara buruh laki-laki dan perempuan.

Terkait angkutan antar jemput, pihak perusahaan harus menentukan tempat penjemputan dan pengantaran pada lokasi yang aman, mudah dijangkau, bagi buruh perempuan dan lainnya.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved