Senin, 27 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Fokus

Fokus : Asa Tetap Ada

TIM nasional menjalani final Piala AFF 2020 melawan Thailand tadi malam. Hasilnya, Garuda Merah Putih kalah 0-4 dari Gajah Putih

Penulis: abduh imanulhaq | Editor: Catur waskito Edy
tribunjateng/cetak/grafis bram kusuma
Abduh Imanulhaq atau Aim wartawan Tribun Jateng 

Oleh Abduh Imanulhaq

Wartawan Tribun Jateng

TIM nasional menjalani final Piala AFF 2020 melawan Thailand tadi malam. Hasilnya, Garuda Merah Putih kalah 0-4 dari Gajah Putih di pertandingan pertama.

Meski sulit tentu harapan tetap menyala karena ada laga kedua pada 1 Januari mendatang. Berbeda dari turnamen lain, kejuaraan sepakbola antarbangsa Asia Tenggara ini memang memanggungkan dua kali partai puncak.

Meski lima kali melangkah ke final dalam penyelenggaraan turnamen terdahulu, belum satu kali pun Indonesia memenanginya. Terakhir pada 2016, kita harus mengakui keunggulan Thailand yang juga memainkan Teerasil Dangda dan Chanatip Songkrasin.

Kemenangan di babak semifinal atas Singapura yang lebih dijagokan sekaligus tuan rumah memberikan optimisme. Tidak lebih tidak kurang, kita ingin menang atas Thailand. Sekali ini menjadi juara!

Optimistis tetapi kita juga harus realistis, yakni menggantungkan dan meletakkan cita-cita setinggi langit namun tetap sadar akan keterbatasan, akan kekurangan dalam tubuh PSSI, dalam sistem kompetisi kita. Pendek kata dalam tubuh dunia persepakbolaan kita yang masih perlu terus berbenah.

Secara umum memang timbul kesan, Indonesia seakan sudah larut dalam suasana pesta setelah mengimbangi Vietnam serta menyingkirkan Malaysia dan Singapura. Bahwa lawan sekuat apa pun bisa dihadapi, ditaklukkan.

Euforia itu muncul karena tim asuhan Shin Tae-yong melaju ke final setelah menyingkirkan lawan yang berat. Di kancah sepakbola satu kawasan, jelas bahwa Singapura lebih dijagokan karena materi tim yang lebih baik dan bertanding di rumah sendiri.

Menghadapi Thailand merupakan ujian sesungguhnya Asnawi Mangkualam dkk. Bagaimanapun, pesaing terberat itu lolos setelah menyisihkan Vietnam yang juga masuk daftar favorit juara tahun ini.

DI tengah berbagai masalah bangsa dan problematika sehari-hari, kita bersyukur ada sepakbola. Olahraga ini memberi hiburan dan harapan, melegakan yang terasa sesak sekaligus meluapkan yang begitu penat.

Kesuksesan Indonesia ke final Piala AFF menjadi oase sejuk menyegarkan. Bukan hanya bagi fans sepakbola nasional, melainkan juga rakyat yang lelah dililit persoalan ekonomi dan pandemi Covid-19.

Beruntung ada sepakbola. Olahraga ini memberi hiburan saat masalah hidup sehari-hari menjadi sumber keluhan.

Bolehlah kita berbeda pendapat ketika menanggapi suatu masalah yang sedang menghangat, tapi tidak dalam kejuaraan sepakbola se-Asia Tenggara. Ketika timnas yang diragukan mampu lolos ke partai puncak, terasa sekali ada kegembiraan yang sama yang membuncah di dalam dada. Bahkan oleh mereka yang tak menggemari permainan ini.

Melihat begitu antusiasnya masyarakat memberikan dukungan kepada kesebelasan kita, ini membuktikan bahwa sepakbola bermanfaat sebagai terapi membangkitkan kembali semangat nasionalisme. Sementara itu, para pemain bersemangat untuk mempersembahkan kemenangan bagi negara. Tentu ini berkaitan dengan identitas kebangsaan yang sekarang terasa mulai luruh.

Harapan terhadap timnas memang sangat tinggi antara lain karena sudah lama masyarakat memendam kerinduan akan prestasi kesebelasan nasional. Masuk akal jika keinginan melihat timnas menjadi juara amat tinggi.

Kita jelas berharap para pemain yang memakai logo Garuda di dadanya itu tetap tampil spartan. Bahwa di tengah segala keterbatasan, mereka layak diingat sebagai duta-duta terbaik di lapangan yang memikul harapan bangsa ini. (*)

Baca juga: Info Gempa Hari Ini: Gempa M 7,4 Guncang Maluku Barat Daya, Dirasakan hingga Raja Ampat dan Sorong

Baca juga: Timnas Indonesia Bisa Juara Piala AFF Jika Bermain Seperti La Remontada Barcelona vs PSG

Baca juga: Hasil Liga Inggris Chelsea Gagal Menang dari Brighton Justru saat Lukaku Cetak Gol

Baca juga: Detik-detik Penangkapan Kapolsek dan Anggotanya yang Nyabu, Berawal dari Mangkir Pengamanan Natal

 

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved