Lawan Covid19

Kasus Omicron Bertambah Jadi 68, Imigrasi Perketat WNA Masuk Indonesia

Direktorat Jenderal Imigrasi Kemenkumham akan membatasi warga negera asing (WNA) yang memasuki wilayah Indonesia.

Shutterstock
Ilustrasi Covid-19 varian Omicron. 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA – Direktorat Jenderal Imigrasi Kemenkumham akan membatasi warga negera asing (WNA) yang memasuki wilayah Indonesia.

Tujuannya untuk mencegah penambahan kasus Covid-19 varian Omicron yang telah masuk ke Indonesia.

Hal itu disampaikan oleh Menkumham Yasonna Laoly.

Baca juga: Mendagri Instruksikan Tutup Seluruh Alun-alun Se-Indonesia pada Malam Tahun Baru 2022

"Keimigrasian juga demikian, kita juga akan terus memperketat, khususnya pada masa Covid-19 ini, dalam penanganan orang asing ada Omicron yang sekarang, kami dalam putusan yang terakhir kita akan memperketat ya, masuknya orang-orang asing terutama dari daerah-daerah yang negara itu ada Omicron-nya," katanya dalam kegiatan Refleksi Akhir Tahun 2021 Kemenkumham di Graha Pengayoman Kemenkumham, Jakarta Selatan, Rabu (29/12/2021).


"Perbatasan kita juga, seperti dari Malaysia akan kita tingkatkan.

Tidak hanya itu, kita juga berharap seperti arahan bapak presiden, warga negara Indonesia juga kalau boleh tolong kalau enggak urgent mengurangi bepergian ke luar negeri supaya jangan terekspose," katanya.

Yasonna memastikan pemerintah tentu masih melakukan evaluasi terhadap peraturan karantina.
Ia menegaskan bahwa mencegah lebih baik daripada memaksakan berpergian ke luar kota ataupun negeri.

"Kembali, walaupun di karantina 10 hari bahkan ada rencana meningkatkan tergantung evaluasi nanti, lebih baik kita mencegah, lebih baik kita berlibur ke tanah air yang sekarang tingkat Covid-19-nya cukup rendah, itu juga tetap dengan prokes kesehatan mencegah kerumunan," kata Yasonna.

Penularan Luar Negeri

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyebutkan bahwa penularan varian Omicron di Indonesia terus bertambah. Kasus Covid-19 varian Omicron bertambah 21, sehingga mencapai 68 kasus.

"Kita temukan ada 21. Jadi totalnya ada 68 kasus," kata Budi Gunadi di Kantor Kemenko PMK, Jakarta Pusat, Rabu (29/12/2021).

 
Menurutnya, 21 kasus baru varian Omicron tersebut merupakan pelaku perjalanan luar negeri.

Kasus Omicron yang baru, kata Budi Gunadi, berasal dari Arab Saudi dan Turki, dan Uni Emirat Arab.

"Dari luar negeri, paling banyak dari Arab Saudi, Turki, Uni Arab Emirate," kata Budi.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved