Breaking News:

Berita Kebumen

Daftar Kasus Menonjol di Kebumen, dari Ibu Bunuh Anaknya hingga Ledakan Petasan Tewaskan 4 Orang

Kasus narkoba yang ditangani Polres Kebumen di 2021 meningkat  ketimbang tahun 2020. 

Penulis: khoirul muzaki | Editor: sujarwo
Humas Polres Kebumen
Konferensi pers ungkap kasus Tahun 2021 oleh Polres Kebumen, Jumat (31/12/2021). 

TRIBUNBANYUMAS. COM, KEBUMEN - Kasus narkoba yang ditangani Polres Kebumen di tahun 2021 meningkat  ketimbang tahun 2020. 

Kapolres Kebumen AKBP Piter Yanottama saat konferensi pers akhir tahun memaparkan, di tahun 2021, Polres Kebumen menangani 35 kasus narkoba dan telah diselesaikan 100 persen. 

Adapun untuk kasus pencurian dengan pemberatan yang ditangani Polres, di tahun 2021 menurun menjadi 29 kasus. 20 kasus di antaranya telah diselesaikan. 

Di tahun sebelumnya, 2020 Polres Kebumen menangani 34 kasus pencurian dengan pemberatan dan semuanya telah diselesaikan 100 persen. 

Ironis, kasus pembunuhan yang ditangani Polres meningkat, dari semula di tahun 2020 nol kasus, menjadi 3 kasus di tahun 2021.

"Di antaranya kasus pembunuhan di Kutowinangun dengan tersangka  RZ (33) dan BY (41) warga Desa Mekarsari Kecamatan Kutowinangun, membunuh RD alias AG (37) warga Desa Lajer Kecamatan Ambal Kebumen pada Maret 2021," jelas AKBP Piter,  Kamis (30/12/2021).

Kasus pembunuhan lainnya terjadi di Desa Argopeni Kecamatan Kebumen. Tersangka HE (54) warga Desa Argopeni diduga membunuh tetangganya.

Dalam insiden berdarah pada Rabu  (17/3/2021) lalu itu menyebabkan satu orang tewas dan lima orang luka parah.

Kasus pembunuhan terakhir yang ditangani Polres Kebumen di tahun 2021 adalah Ibu kandung, DN (23) warga Desa Kuwarisan, Kecamatan Kutowinangun yang diduga membunuh darah dagingnya sendiri. Bayi yang baru dilahirkannya ia bunuh dengan cara disumpal kertas pada bulan Mei 2021.

Kasus menonjol lain yang ditangani Polres Kebumen yakni meledaknya petasan yang menyebabkan 4 korban meninggal dunia di Desa Ngabean, Kecamatan Mirit, Mei 2021.

Dalam olah TKP, Polres Kebumen menemukan 400 selongsong petasan yang belum terisi yang ukurannya agak besar.

Data lainnya, bubuk petasan yang meledak di TKP diperkirakan sekitar 2-3 kilogram.

Selanjutnya, ada kasus perseteruan antara Ormas di Kebumen yang juga menjadi kasus menonjol di Kebumen pada bulan Agustus 2021.

Sebanyak 16 anggota salah satu Ormas ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus pengrusakan.

"Saat ini penanganan perkaranya telah menjalani pemeriksaan. Nanti tanggal 6 Januari 2022, para tersangka akan menjalani sidang pembacaan vonis dan kasus pengrusakan itu," ungkap AKBP Piter. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved