Berita Regional

Pemimpin Ponpes Rudapaksa Santriwati hingga Hamil di OKU Selatan, Ternyata Residivis Kasus Serupa

Terbongkarnya kasus ini diawali kecurigaan masyarakat mendapati santriwati telah melahirkan anak tanpa ayah.

Shutterstock
Ilustrasi 

TRIBUNJATENG.COM - Di Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan, Sumatera Selatan, seorang pemimpin pondok pesantren (ponpes) ditangkap polisi karena kasus rudapaksa.

MS (50) mencabuli santriwati S (19).


MS merupakan pemilik yayasan sekaligus ustaz di pondok pesantren Darul Ulum di wilayah Desa Karet Jaya, Kecamatan Buay Pemaca, Kabupaten OKU Selatan.

Baca juga: Herry Wirawan Rudapaksa Santriwati di Depan Istri, Kajari: Para Korban dan Istri Sudah Dicuci Otak

Kini MS sudah diamankan pihak kepolisian untuk dimintai pertanggungjawabannya.

Kapolres OKU Selatan, AKBP Indra Arya Yudha membenarkan kasus ini.

Ia menjelaskan, MS melancarkan aksinya pada 21 April 2021 lalu.

Akibat perbuatannya, korban hamil dan sudah melahirkan bayi berusia seminggu.

Mirisnya lagi, MS ialah residivis kasus serupa pada tahun 2006 silam.

 
Indra mengungkapkan, perbuatan asusila dilancarkan MS saat sedang sepi.

Santri dan santriwati tengah libur pulang ke rumah masing-masing.

"Pada saat itu, kegiatan pondok pesantren Darul Ulum sedang libur, para santri sedang pulang ke rumah masing-masing, sementara korban memilih tidak pulang karena jarak cukup jauh," ungkap Kapolres.


Situasi sepi itulah dimanfaatkan oleh pelaku SM melakukan tindakan rudapaksa terhadap korban gadis berusia 19 tahun.

"Tersangka masuk ke dalam kamar korban menggunakan sarung, hingga terjadilah tindakan asusila," sambung Kapolres saat prees release di Mapolres OKU Selatan Kamis (30/12/2021).

Terbongkarnya kasus ini diawali kecurigaan masyarakat mendapati santriwati telah melahirkan anak tanpa ayah.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved