Breaking News:

Berita Kudus

Pernah Terluka Dicakar, Digigit & Ditonjok ODGJ, Adi & Heni Sinau Hurip dapat Penghargaan Jokowi

Adi dan Heni duduk di kursi busa minimalis saat Tribunjateng.com  datang ke kediamannya di Gang Sumurkotak 11 Desa Singocandi, Kecamatan Kota Kudus

Penulis: Rifqi Gozali | Editor: Catur waskito Edy
TribunJateng.com/Rifqi Gozali
Adi dan Heni saat menunjukkan lencana dan piagam Satyalancana Kebaktian Sosial dari Presiden Joko Widodo. 

TRIBNJATENG.COM, KUDUS – Adi dan Heni duduk di kursi busa minimalis saat Tribunjateng.com  datang ke kediamannya di Gang Sumurkotak 11 Desa Singocandi, Kecamatan Kota Kudus, Kamis (30/12/2021).

Pasangan suami istri itu duduk di kursi berwarna cokelat yang terletak di ruang tamu bercat dinding putih.

Saat itu Adi membawa kotak warna merah bergambar lambang garuda lengkap di bawahnya bertulsikan Republik Indonesia.

Kotak itu berisi dua lencana berukuran besar dan kecil. Sedangkan Heni membawa map tebal berwarna merah hati. Di dalam map terdapat dua lembar kertas berupa piagam penghargaan dari Presiden Joko Widodo dan petikan keputusan anugerah kehormatan Satyalancana Kebaktian Sosial.

Penghargaan yang mewujud berupa lencana maupun piagam itu diterima saat puncak peringatan Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional (HKSN) di Lapangan Kantor Gubernur Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Senin (20/12/2021).

Dalam peringatan tersebut dihadiri oleh Menteri Sosial Tri Rismaharini.

Penghargaan yang diterima oleh Adi dan Heni ini lantaran keduanya sejak Maret 2020 masif turun ke jalan untuk menemui orang dengan gangguan jiwa (ODGJ). Saat bersama ODGJ, keduanya tidak segan-segan untuk membersihkannya, memandikan, sampai mengganti baju lusuh dan kotor yang biasa dikenakan ODGJ. Apa yang telah dilakukannya itu diunggah dalam chanel Youtube Sinau Hurip.

Lelaki pemilik nama lengkap Sukaryo Adi Putra itu semula tidak percaya kalau apa yang selama ini dia lakukan bersama sang istri mendapat apresiasi dari negara. Tentu itu semakin melecut semangatnya untuk terus bergerak di bidang sosial.

“Kami tidak pernah berpikir untuk mendapatkan ini. Saat pihak kementerian menelepon saya ini masih tidak percaya. Ini guyon. Sampai kemudian ada verifikasi baik dari kepolisian, ada verifikasi lapangan dari sekretariat militer presiden,” ujar lelaki kelahiran Pati 4 Oktober 1977.

Senada dengan sang suami, Heni juga merasakan hal serupa. Mula-mula dia tidak begitu semangat ketika harus mengurus administrasi. Sampai akhirnya suku dinas sosial Kabupaten Pati menyuruh untuk segera mengurus segenap pemberkasan.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved