Breaking News:

Berita Wonogiri

Polres Wonogiri Ungkap Kasus Ilegal Logging, Amankan 11 Potongan Kayu Sono Keling

Jajaran Satreskrim Polres Wonogiri berhasil mengungkap kasus ilegal logging.

Penulis: Agus Iswadi | Editor: sujarwo
Dok. Humas Polres Wonogiri
Kapolres Wonogiri, AKBP Dydit Dwi Susanto meminta keterangan pelaku pembalakan liar saat konferensi pers di Mapolres, Kamis (30/12/2021). 

TRIBUJATENG.COM, WONOGIRI - Jajaran Satreskrim Polres Wonogiri berhasil mengungkap kasus ilegal logging yang terjadi di kawasan Perhutani tepatnya petak 59A RPH Eromoko BKPH Baturetno Kecamatan Eromoko. 

Polisi juga telah mengamankan sejumlah barang bukti seperti 11 potongan batang kayu sono keling senilai Rp 1,7 juta, 1 truk dan 1 gergaji. 

Kapolres Wonogiri, AKBP Dydit Dwi Susanto melalui Kasubsi Penmas Humas Polres Wonogiri, Aipda Iwan Sumarsono menyampaikan, semula anggota Reskrim Polsek Eromoko mendapatkan informasi dari warga adanya penebangan liar di kawasan hutan milik Perhutani yang terletak di wilayah Desa Pucung Kecamatan Eromoko pada Jumat (10/12/2021) sekira pukul 21.00. 

Kepolisian lantas melakukan penyelidikan terkait informasi tersebut hingga akhirnya berhasil mengamankan barang bukti potongan kayu sono keling yang diduga hasil pembalakan liar pada Rabu (15/12/2021) pukul 05.00. 

"Kayu itu ditemukan di pinggir jalan Desa Basuhan-Ponjong tepatnya di Ngelo Desa Basuhan Kecamatan Eromoko. Kayu sono keling itu telah dijual dan hendak dibawa ke daerah Playen Kabupaten Gunung Kidul," kata Kapolres didampingi Kasatreskrim Polres Wonogiri, AKP Supardi saat konferensi pers, Kamis (30/12/2021). 

Dari ungkap kasus tersebut, kepolisian berhasil mengamankan Rakiman (58) warga Kecamatan Eromoko yang bertindak sebagai penebang sekaligus penjual, pengangkut Triyanto (51) warga Kabupaten Bantul dan Sukar (52) warga Kabupaten Gunung Kidul serta pembeli, Widodo warga Kabupaten Gunung Kidul. 

Atas perbuatannya, Rakiman dikenakan Pasal 82 ayat 1 huruf b jo Pasal 87 ayat 3 Undang-Undang RI Nomor 18 Tahun 2013 tentang pencegahan dan pemberantasan hutan sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang RI Nomor 11 Tahun 2020 tentang cipta kerja dengan ancaman penjara paling sedikit 1 tahun dan paling lama 5 tahun dan denda paling sedikit Rp 500 juta dan paling banyak Rp 2,5 miliar.

Selanjutnya terhadap Widodo dikenakan Pasal 87 ayat 1 huruf b juncto Pasal 12 huruf I Undang-undang RI Nomor 18 Tahun 2013 tentang pencegahan dan pemberantasan hutan sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang RI Nomor 11 Tahun 2020 tentang cipta kerja dengan ancaman penjara paling sedikit 1 tahun dan paling lama 5 tahun dan denda paling sedikit Rp 500 juta dan paling banyak Rp 2,5 miliar.

Sedangkan Triyanto (51) dan Sukar (52) dikenakan Pasal 83 ayat 1 huruf b jo Pasal 12 huruf e dan atau Pasal 83 ayat 2 huruf b jo Pasal 12 huruf e Undang-undang RI Nomor 18 Tahun 2013 tentang pencegahan dan pemberantasan hutan sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang RI Nomor 11 Tahun 2020 tentang cipta kerja dengan ancaman penjara paling sedikit 1 tahun dan paling lama 5 tahun dan denda paling sedikit Rp 500 juta dan paling banyak Rp 2,5 miliar. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved