Libur Nataru

Kawasan Tawangmangu Padat Merayap Saat Libur Tahun Baru, Ribuan Wisatawan Kunjungi Grojogan Sewu

Arus lalu lintas di kawasan wisata Tawangmangu Kabupaten Karanganyar padat merayap saat momen libur tahun baru, Sabtu (1/1/2022). 

Penulis: Agus Iswadi | Editor: Catur waskito Edy
agus iswadi
Situasi di pintu masuk utama Grojogan Sewu Tawangmangu Kabupaten Karanganyar saat libur tahun baru, Sabtu (1/1/2022) pukul 14.45. 

TRIBUNJATENG.COM, KARANGANYAR - Arus lalu lintas di kawasan wisata Tawangmangu Kabupaten Karanganyar padat merayap saat momen libur tahun baru, Sabtu (1/1/2022). 

Dari pantauan Tribunjateng.com, kepadatan arus lalu lintas sudah mulai terlihat dari simpang empat Gerdu, simpang tiga Keprabon, simpang Srandon wilayah Kecamatan Karangpandan.

Sedangkan di kawasan wisata Tawangmangu, kepadatan arus lalu lintas terjadi di simpang tiga Kelurahan Tawangmangu, jalur menuju ke Grojogan Sewu dan Bundaran HI atau Cicoa. 

Dalam rangka mengantisipasi adanya kemacetan, sejumlah relawan disiagakan di beberapa ruas jalan sepanjang jalur utara Karangpandan-Tawangmangu. Selain itu pihak kepolisian juga menerapkan rekayasa lalu lintas. 

Kasatlantas Polres Karanganyar, AKP Sarwoko menyampaikan, arus lalu lintas di kawasan Tawangmangu mengalami peningkatan saat libur tahun baru. 

"Padat. Mungkin dampak kemarin malam ditekan habis-habisan (mobilitas masyarakat), meledak hari ini," katanya saat dihubungi Tribunjateng.com. 

Kendati demikian jajaran Satlantas Polres Karanganyar telah menyiapkan rekayasa lalu lintas dalam rangka mengurangi penumpukan arus kendaraan di beberapa ruas jalan di kawasan Tawangmangu. 

"Kendaraan dari bawah (Karangpandan-Tawangmangu) diarahkan dari Sumokado ke Hotel BIP lewat pintu masuk Grojogan Sewu. Kendaraan dari atas turun lewat jalur selatan (Tawangmangu-Matesih)," ucapnya. 

Sementara itu Staf Bagian Pemasaran Grojogan Sewu, Eko Wiyono mengatakan, jumlah pengunjung hari ini mengalami peningkatan cukup signifikan dibandingkan dengan momen tahun baru sebelumnya. 

"Total ada 5.300 orang dari dua pintu. Tahun sebelumnya itu cuma sekitar 900 orang," ungkapnya. 

Terkait penerapan protokol kesehatan di Grojogan Sewu, lanjut Eko, ada petugas dan relawan yang berjaga di beberapa titik untuk mengantisipasi adanya kerumunan di dalam kawasan wisata. Seperti di sekitar air terjun. 

Eko menjelaskan, hingga saat ini pihaknya memang belum menggunakan aplikasi pedulilindungi karena ada beberapa kendala baik itu teknis dan kondisi geografis. 

"Kami sudah mengajukan pada 4 November 2021 ke pusat. Tapi sampai saat ini masih menunggu pengecekan dari tim. Nanti saya akan koordinasi dulu ke dinas. Di sisi lain posisi (destinasi) di gunung, sinyal juga jadi kendala," terangnya. 

Pemilik kuda tunggangan, Sukino mengungkapkan, adanya peningkatan jumlah pengunjung Grojogan Sewu turut berdampak terhadap penghasilannya. 

"Alhamdulillah rame. Natal (libur) kemarin sepi. Hari ini sudah dapat 4 kali tarikan," pungkasnya. (Ais).

Baca juga: Komplotan Pencuri Gasak Rokok Setelah Gagal Bobol ATM Minimarket di Mojokerto

Baca juga: Enam Penghargaan Diraih Polres Wonogiri Selama 2021

Baca juga: Hotel di Pati Terkena Sanksi Karena Nekat Buka Fasilitas Karaoke saat PPKM

Baca juga: Timnas Indonesia Kalah di Final, Thailand Juara Piala AFF untuk Keenam Kalinya

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved