Berita Yogyakarta

Kilas Balik Kasus Klitih di Yogyakarta, Terjadi 58 Kali Selama 2021 Meningkat dari Tahun Lalu

Klitih di Yogyakarta kembali sering terjadi menjelang akhir tahun. Serangan kriminal acak itu menyasar mereka yang beraktifitas malam hari.

Editor: rival al manaf
Facebook/Info Cegatan Jogja
Detik-detik mahasiswi ditodong clurit klitih saat nugas di area kampus 

TRIBUNJATENG.COM, YOGYAKARTA - Klitih di Yogyakarta kembali sering terjadi menjelang akhir tahun.

Serangan kriminal acak itu menyasar mereka yang beraktifitas malam hari.

Waswas terus dirasakan kala mengendarai sepeda motor di malam hari.

Baca juga: Leg 2 Final Piala AFF, Terungkap Ritual Jorok Pelatih Thailand, Dipercaya Manjur Kalahkan Indonesia

Baca juga: Tersangka Klitih di Yogyakarta Mengaku Celurit Buatan Sendiri

Baca juga: Klitih Marak di Yogya, Satu Pelaku Positif Psikotropika, Bikin Celurit Sendiri

Tindak kejahatan di jalanan tanpa motif– pelaku tidak pandang bulu, siapa saja bisa menjadi korban, kini ramai dibicarakan di jagat maya.

Menanggapi desakan warga terkait upaya penanganan klitih, Polda DIY siap melakukan patroli skala besar dari tingkat Polda, Polres, hingga Polsek.

"Kami agendakan patroli skala besar ke seluruh jajaran dari Polda, Polres dan Polsek, itu sebagai upaya pencegahan," kata Wakapolda DIY, Brigjen R Slamet Santoso, Rabu (29/12)..

Selain itu, Polda DIY segera melakukan koordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) untuk memastikan tidak ada lagi suatu wilayah dalam kondisi gelap, sebab tidak adanya penerangan jalan umum (PJU).

Kemudian, Polda DIY akan meminta Diskominfo DIY untuk memastikan semua CCTV di jalan-jalan dapat berfungsi secara maksimal.

"Sedang dari Binmas akan melakukan pendekatan ke orang tua, mereka kami imbau supaya persoalan klitih ini dapat ditangani secara komprehensif," jelas Slamet Santoso.

Slamet mengatakan, upaya lainnya yakni kepolisian akan mendatangi dealer sepeda motor.

Polda DIY akan meminta kepada dealer sepeda motor agar mengecek secara detail, penjualan sepeda motor kepada calon pembeli.

"Dari lalu lintas nanti sosialisasi para dealer, calon pembeli sepeda motor harus punya garasi. Di Jepang sudah seperti itu. Dan paling penting peruntukan sepeda motor itu untuk siapa. Itu penanganan klitih ke depan," terang dia.

Slamet menegaskan, untuk menyelesaikan kasus klitih bukan hanya dilihat dari bentuk kejahatannya saja.

Melainkan, seseorang harus menyelesaikan secara komprehensif atau secara luas akar permasalahannya.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved