Breaking News:

Berita Banyumas

Fenomena Berburu Pakaian Bekas Impor, Pelaku Usaha Bagaikan Membeli Kucing Dalam Karung

Kebiasaan berburu pakaian bekas impor jadi fenomena populer bagi kalangan anak muda.

Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: sujarwo
TRIBUNBANYUMAS/Permata Putra Sejati
Salah seorang pedagang pakaian bekas impor atau thrifting di Banyumas, Chandra Nur Khoirul (28) saat menjajakan dagangannya di alun-alun Jatilawang, Sabtu (1/1/2022) malam. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, PURWOKERTO - Kebiasaan berburu pakaian bekas impor atau yang biasa disebut thrift shopping menjadi fenomena populer bagi kalangan anak muda.

Kegiatan thrifting ini digandrungi karena dianggap menghemat pengeluaran demi memenuhi kebutuhan membeli pakaian. 

Tak jarang para pembeli mendapatkan pakaian bekas dengan merek ternama dan masih sangat layak pakai, namun dengan harga yang jauh lebih murah. 

Sehingga tidak sedikit para pengusaha muda yang melihat hal ini menjadi peluang bisnis dari aktivitas thrifting. 

Mereka biasanya berburu pakaian bekas untuk dijual kembali di online shop. 

Pakaian hasil thrifting tersebut di-rebranding dan dipercantik tampilannya, sehingga dapat dijual kembali dengan harga yang lebih tinggi. 

Namun, belum banyak dari para pelaku usaha jual beli baju bekas impor yang menyadari terkait aturan usaha perdagangan produk impor. 

Berdasarkan Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 51/M-DAG/PER/7/2015 tentang Larangan Impor Pakaian Bekas menyatakan apabila pelaku usaha menjual pakaian bekas impor, maka pelaku usaha tersebut dapat diduga melanggar Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen (UUPK) dan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan. 

Pada Pasal 8 ayat (2) UUPK, pelaku usaha dilarang memperdagangkan barang yang rusak, cacat atau bekas, dan tercemar tanpa memberikan informasi secara lengkap dan benar atas barang dimaksud.

Sedangkan pada UU Perdagangan, pelaku usaha dapat dikenakan Pasal 35 ayat (1) huruf d, Pasal 36, dan Pasal 47 ayat (1), menyebutkan pemerintah menetapkan larangan perdagangan pakaian bekas impor untuk kepentingan nasional. 

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved