Breaking News:

Stikes Telogorejo Semarang

Kekuatan Genggam Tangan untuk Mengetahui Status Gizi

Handgrip strength adalah metode yang umum digunakan untuk memperkirakan kekuatan otot ekstremitas atas.

Editor: abduh imanulhaq
IST
Ns Resa Nirmala Jona MKep, Dosen D3 Keperawatan Stikes Telogorejo 

Oleh: Ns Resa Nirmala Jona MKep, Dosen D3 Keperawatan STIKES Telogorejo

PENGUKURAN antropometri merupakan salah satu indikator yang paling umum digunakan untuk menentukan status gizi karena ketidakseimbangan asupan energi dan protein. Antropometri sebagai indikator untuk menentukan status gizi yang telah digunakan di berbagai Negara.

Pengukuran antropometri ini terdiri dari pengukuran berat badan (BB), tinggi badan (TB), lingkar lengan atas (LLA), lingkar perut dan lingkar kepala. Salah satu yang sering digunakan adalah pengukuran LLA, karena pengukuran LLA dianggap mudah dan hanya membutuhkan alat yang sederhana. Selain itu penentuan status gizi berdasarkan pengukuran LLA cukup baik karena tidak dipengaruhi oleh status cairan seseorang, sehingga dapat menggambarkan keadaan malnutrisi energi protein pada seseorang.

Selain LLA, ada juga pengukuran yang bisa dilakukan pada seseorang yang ada penumpukan cairan di tubuhnya, seperti penyakit gagal ginjal, gagal jantung dan sirosis hepatis yang tidak mungkin bisa dilakukan penilaian status gizi dari berat badan maupun tinggi badan, pada kasus itu, penilaian status gizi dapat dilakukan dengan cara melakukan uji kekuatan genggaman tangan.

Alat Tes Kekuatan Tangan (Grip Dynamometer)
Alat Tes Kekuatan Tangan (Grip Dynamometer) (Istimewa)

Kekuatan genggaman tangan (handgrip strength) memerlukan kombinasi aksi dari sejumlah otot tangan dan lengan bawah, dan aksi ini sangat berperan dalam aktivitas dasar sehari-hari. Handgrip strength adalah metode yang umum digunakan untuk memperkirakan kekuatan otot ekstremitas atas. Selain itu handgrip strength ini merupakan suatu indikator status gizi yang dapat digunakan terutama ketika pengukuran antropometri tidak dapat membedakan seseorang undernourished dari underweight.

Kekuatan genggaman adalah salah satu cara untuk menilai kapasitas fungsional, yaitu suatu pengukuran kekuatan otot tangan dan lengan yang dinyatakan dalam kilogram atau newton sesuai dengan kekuatan memeras atau menjepit dengan alat handgrip dynamometer. Kekuatan genggam diakui sebagai alat yang berguna untuk mengevaluasi kekuatan otot serta disarankan sebagai metode untuk mendeteksi kekurangan gizi di bidang klinik. Penurunan nilai kekuatan genggam berhubungan dengan malnutrisi dan dianggap sebagai parameter terpercaya yang mencerminkan hilangnya massa otot.

Bagaimana prosedur dari pengukuran kekuatan genggam tangan tersebut?

Prosedur pelaksanaan Tes dan Pengukuran Kekuatan Otot Tangan, yaitu:

1) Berdiri tegak dengan posisi kaki dibuka selebar bahu,
2) tangan memegang Grip Strenght Dynamometer lurus disamping badan,
3) Telapak tangan menghadap ke paha, sedangkan skala dynamometer menghadap ke luar,
4) Grip Strenght Dynamometer diperas dengan sekuat tenaga,
5) Tangan yang memegang Grip Strenght Dynamometer tidak boleh bersentuhan dengan benda lain,
6) Tes yang dilakukan sebanyak tiga kali dan dipilih yang hasil yang terbaik dari tiga kali percobaan,
7) Hasil perasan dapat dilihat pada skala Dynamometer.

Nilai normal dari kekuatan genggaman ini, yaitu: kategori baik sekali (≥ 55.50 untuk laki-laki dan ≥ 42.50 untuk perempuan); kategori baik (46.50-55.00 untuk laki-laki dan 32.50-41.00 untuk perempuan); kategori sedang (36.50-46.00 untuk laki-laki dan 24.50-32.00 untuk perempuan); kategori kurang (27.50-36.00 untuk laki-laki dan 18.50-24.00 untuk perempuan); dan kategori kurang sekali ≤ 27.00 untuk laki-laki dan ≤ 18.00 untuk perempuan).

Mari deteksi dini malnutrisi dengan cara melakukan pengukuran status gizi secara mandiri! Stay healthy! (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved